Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluasi Pola Peresepan Obat Pasien Hipertensi Dengan Diabetes Mellitus Pada Pasien Geriatri Pengguna JKN Anwar Rosyadi
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.213 KB)

Abstract

Penyakit HT dan DM hingga saat ini menduduki peringkat atas diagnosa terbanyak di Indonesia. Pola pengobatan menjadi salah satu faktor terpenting dalam pengobatan pasien HT dan DM di Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan pada pasien HT dan DM di salah satu rumah sakit umum di Kabupaten Purbalingga yang menggunakan jaminan JKN.Penelitian ini dilakukan secara Deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif untuk memperoleh gambaran tentang pola penggunaan obat antihipertensi dan obat antidiabetik pada pasien geriatri yang terdiagnosa HT komplikasi dengan DM yang menjalani pengobatan rawat jalan di RSU Siaga Medika Purbalingga yang menggunkan jaminan JKN.Hasil penelitian ini adalah sebanyak 56 pasien masuk kedalam kriteria inklusi. Perempuan lebih banyak yaitu 36 pasien (64%) dibandingkan pada laki–laki sebanyak 20 pasien (36%). Kelompok umur 60 – 69 tahun lebih banyak yaitu sebanyak 49 pasien (84%) sedangkan kelompok umur 70-79 tahun sebanyak 9 pasien (16%). Adapun penyakit peyerta terbanyak yang dialami pasien adalah Neuropati (NP) yaitu sebanyak 20 (36%) peresepan. Peresepan paling banyak diresepkan untuk terapi HT adalah golongan ARB (Candesartan 8mg dan 16mg) dan CCB (Amlodipine 5mg dan 10mg) sedangkan terapi DM terbanyak adalah golongan Biguanida (Metformin 500mg) dan Sulfonilurea (Glimepiride dengan kekuatan 1mg, 2mg, 3mg, dan 4mg serta gliquidon 30mg).Pola pengobatan yang diberikan pada pasien geriatri HT dan DM yang berobat pada rawat jalan RSU Siaga Medika Purbalingga sudah sesuai. Sehingga diharapkan dapat berpengaruh besar pada kesembuhan pasien.
Evaluasi Rasionalitas Peresepan dan Penggunaan Obat Antiepilepsi pada Pasien Epilepsi Poli Saraf Fara Rosvita; Anwar Rosyadi; Edwar Randi Wibowo; Devi Andiani Putri
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epilepsi merupakan gangguan neurologis kedua tertua setelah stroke yang memerlukan terapi jangka panjang dengan Obat Antiepilepsi (OAE). Penggunaan OAE harus rasional untuk mencegah efek samping dan mencapai tujuan terapi yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi rasionalitas peresepan dan penggunaan OAE pada pasien epilepsi poli saraf di RSU Aghisna Medika Sidareja periode Juli-Oktober 2024. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data yang diambil dari rekam medik pasien epilepsi poli saraf. Evaluasi meliputi skrining administrasi, farmasetik, dan klinis, pola penggunaan OAE, serta rasionalitas berdasarkan parameter 4T (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 189 pasien, mayoritas berjenis kelamin perempuan (57,7%) dengan kelompok usia terbanyak adalah dewasa (20-44 tahun) sebesar (67,2%). Skrining resep menunjukkan kelengkapan kategori administrasi pada nama pasien (100%) dan kategori farmasetik pada nama obat (100%). Evaluasi rasionalitas menunjukkan ketepatan indikasi, pasien, dan obat sebesar 100%, sedangkan ketepatan dosis sebesar (92,1%). Monoterapi paling banyak digunakan adalah phenytoin (56,6%), sedangkan politerapi terbanyak adalah kombinasi phenytoin dan divalproex sodium (12,2%). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu peresepan dan penggunaan OAE poli saraf di RSU Aghisna Medika Sidareja umumnya sudah rasional, namun masih terdapat ketidaktepatan dosis pada sebagian resep.
CERDAS KELOLA OBAT: EDUKASI DAGUSIBU BAGI PENUNGGU OBAT DI RUMAH SAKIT Anwar Rosyadi
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i2.2377

Abstract

Penggunaan dan pengelolaan obat yang tidak rasional oleh masyarakat dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat penunggu obat di Farmasi Rawat Jalan RSU Siaga Medika Purbalingga mengenai pengelolaan obat yang benar melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan Apoteker. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan didukung penyebaran leaflet dan dievaluasi menggunakan desain pre-post test pada 50 partisipan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata kenaikan skor keseluruhan sebesar 34,6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pilar Buang Obat (42,0%), mengindikasikan bahwa topik ini merupakan area kritis yang berhasil diperbaiki melalui edukasi. Kesimpulan, edukasi DAGUSIBU di Farmasi Rawat Jalan terbukti efektif sebagai strategi untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan sebagai bagian rutin dari pelayanan kefarmasian.
Evaluasi Pola Peresepan Dan Drug Related Problems Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum X Di Purbalingga Diki Ramadhan; Bayu Pamungkas; Anwar Rosyadi
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Agustus 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i8.2893

Abstract

Treatment of pulmonary tuberculosis (TB) with combination  therapy is prone to causing Drug-Related Problems (DRPs). This study aims to evaluate prescribing patterns and their association with the incidence of DRPs among outpatient pulmonary TB patients at X General Hospital in Purbalingga. This retrospective analytical obsevational study used total sampling to analyze 122 prescriptions from Juni to August 2025 using Fisher’s Exact Test . The results showed an average of 6,2 drug items perprescription, with 97,5% of patients experiencing DRP. The most common finding was moderate-level drug interactions (81,6%), the highest incidence of drug interactions was dominated by antituberculosis drugs combined with supportive therapies, such as bronchodilators and antiinflammatory drugs, which can reduce the effectiveness of steroids and increase the risk of heart disease. Bivariate analysis confirmed a significant association between polypharmacy (>3 medication items) and the occurrence of DRPs (p-value = 0,010; RR = 4,958). It was concluded that polypharmacy significantly increases the risk for patients with pulmonary tuberculosis by nearly fivefold, particularly duet o drug interactions.
Evaluasi Pola Peresepan dan DRP pada Pasien Gagal Jantung di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Umum Siaga Medika Purbalingga Anwar Rosyadi; Radifatu Fahri; Edwar Randi Wibowo
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Agustus 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i8.2894

Abstract

Heart failure is a cardiovascular disease with high morbidity and mortality rates and requires long-term therapy that generally involves the use of multiple medications. The complexity of therapy increases the risk of Drug-Related Problems (DRPs), therefore, evaluating prescribing patterns is necessary to support rational, safe, and effective drug use. This research aimed to evaluate drug prescribing patterns, identify the types and frequency of DRPs, and analyze the relationship between prescribing patterns and the incidence of DRPs in heart failure patients at the Heart Polyclinic of Siaga Medika Hospital, Purbalingga. The research used an observational analytical design with a retrospective approach. Data were obtained from medical records and prescription sheets of outpatient heart failure patients for the period April 2025. A total of 82 patients were selected using a purposive sampling technique. Evaluation of prescribing patterns refers to WHO prescribing indicators, while identification of DRPs is based on the American Society of Hospital Pharmacists (ASHP) classification using Medscape and Drugs.com. Analysis of the relationship between variables was performed using the Chi-Square test. The results showed an average number of medications per prescription of 4.20, 85.5% generic prescriptions, 0% antibiotic and injectable use, and 85.2% hospital formulary compliance. The most commonly prescribed drug classes were β-blockers (18.9%), diuretics (14.8%), and aldosterone antagonists (12.2%). A total of 83.4% of drug selections were appropriate, while 16.6% were inappropriate. Potential drug interactions were found in 77.0% of drug items according to Medscape and 77.9% according to Drugs.com. There was a significant relationship between the percentage of generic prescriptions and hospital formulary compliance with the potential for drug interactions (p<0.05). In general, prescribing patterns met most indicators of rational drug use, but the high potential for drug interactions indicates the need for ongoing therapy monitoring through collaboration between pharmacists and physicians.
SKRINING TEKANAN DARAH DAN KADAR GULA DARAH GRATIS SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI APOTEK Anwar Rosyadi
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 8 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i8.2914

Abstract

Penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus, memerlukan upaya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining tekanan darah dan kadar gula darah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tidak menular. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Mei 2026 di Apotek Sakala Medika Farma, Purbalingga, dengan sasaran warga RW 5 Desa Bancar. Kegiatan melibatkan Apoteker, Tenaga Teknis Kefarmasian, Perawat, dan Analis Kesehatan melalui tahapan registrasi, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, penyampaian hasil, serta edukasi kesehatan. Hasil pemeriksaan dicatat pada kartu berobat masing-masing peserta sehingga tidak dilakukan rekapitulasi nilai oleh tim. Peserta dengan hasil pemeriksaan di atas rentang normal dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan di praktik dokter atau Puskesmas Purbalingga. Kegiatan diikuti lebih dari 50 warga dan mendapat respons positif. Skrining di apotek berpotensi mendukung upaya promotif dan preventif penyakit tidak menular.