Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Diameter Pohon Inang Terhadap Kelimpahan Paku Sarang Burung (Asplenium nidus) di Taman Wisata Alam Sibolangit Alya Zakia Azzahra Nasution; Nabila Syahfitri; Najwa Al Mukarromah; Nazwa Syafitri
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8577

Abstract

Asplenium nidus L. merupakan tumbuhan paku epifit yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh karakteristik pohon inang. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kelimpahan tumbuhan ini adalah diameter pohon inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diameter pohon inang terhadap kelimpahan Asplenium nidus di Taman Wisata Alam Sibolangit, Sumatera Utara. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dengan pengambilan data melalui pengukuran diameter pohon inang dan penghitungan jumlah individu A. nidus. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter pohon inang memiliki hubungan positif dan signifikan dengan jumlah individu A. nidus (r = 0,736; p = 0,037). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,541 menunjukkan bahwa diameter pohon mampu menjelaskan 54,1% variasi jumlah individu A. nidus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar diameter pohon inang, semakin tinggi kelimpahan A. nidus yang ditemukan. Dengan demikian, diameter pohon inang merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberadaan A. nidus di Taman Wisata Alam Sibolangit.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN SERAI (Cymbopogon citratus) TERHADAP LARVA Artemia salina BERDASARKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Alya Zakia Azzahra Nasution; Deswita Maharani Br.Sembiring; Ema Tesalonika Simangunsong; Nabila Syahfitri; Najwa Al Mukarromah; Nazwa Syafitri; Nurbaity Situmorang; Khairiza Lubis
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/mf42bx55

Abstract

Serai (Cymbopogon citratus) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak daun serai terhadap larva Artemia salina menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) serta menentukan nilai LC₅₀. Ekstrak daun serai diuji pada konsentrasi 435 ppm, 465 ppm, dan 495 ppm. Parameter yang diamati adalah mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan dan data dianalisis menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata mortalitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 495 ppm sebesar 57,58%. Analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 482,719 ppm. Nilai tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun serai bersifat toksik terhadap larva Artemia salina karena memiliki nilai LC₅₀ di bawah 1000 ppm.