Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbanyakan Tanaman Pisang Barangan (Musa acuminata colla) Menggunakan Metode Kultur Jaringan di UPTD Benih Induk Holtikultura Gedung Johor Aswarina Nasution; Deswita Maharani Br Sembiring; Ema Tesalonika Simangunsong; M Rozan Pratama; Togi Miranda Pandiangan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v3i1.8314

Abstract

Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tahapan perbanyakan tanaman pisang barangan (Musa acuminata Colla) melalui metode kultur jaringan serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan UPTD Benih Induk Hortikultura Gedung Johor, Medan, Sumatera Utara, pada tanggal 12 Januari hingga 12 Februari 2026. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan praktik laboratorium secara deskriptif kualitatif.Tahapan yang dilakukan meliputi persiapan dan sterilisasi eksplan, pembuatan media Murashige and Skoog Agar (MSA), inisiasi eksplan, sub kultur, dan aklimatisasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberhasilan kultur jaringan sangat dipengaruhi oleh kualitas eksplan, kondisi aseptik, komposisi media, serta pengelolaan lingkungan selama proses kultur. Tahap sub kultur mampu meningkatkan jumlah plantlet secara signifikan, sedangkan tahap aklimatisasi menjadi fase kritis dalam penyesuaian tanaman dari kondisi in vitro ke lingkungan luar.Faktor penghambat yang ditemukan meliputi kontaminasi mikroorganisme, pencoklatan jaringan akibat oksidasi fenolik, serta stres lingkungan pada tahap aklimatisasi. Secara keseluruhan, metode kultur jaringan terbukti efektif dalam menghasilkan bibit pisang barangan yang seragam, berkualitas, dan bebas penyakit. Kegiatan magang ini juga memberikan peningkatan keterampilan teknis dan pemahaman ilmiah mahasiswa dalam bidang perbanyakan tanaman hortikultura.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN SERAI (Cymbopogon citratus) TERHADAP LARVA Artemia salina BERDASARKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Alya Zakia Azzahra Nasution; Deswita Maharani Br.Sembiring; Ema Tesalonika Simangunsong; Nabila Syahfitri; Najwa Al Mukarromah; Nazwa Syafitri; Nurbaity Situmorang; Khairiza Lubis
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/mf42bx55

Abstract

Serai (Cymbopogon citratus) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak daun serai terhadap larva Artemia salina menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) serta menentukan nilai LC₅₀. Ekstrak daun serai diuji pada konsentrasi 435 ppm, 465 ppm, dan 495 ppm. Parameter yang diamati adalah mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan dan data dianalisis menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata mortalitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 495 ppm sebesar 57,58%. Analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 482,719 ppm. Nilai tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun serai bersifat toksik terhadap larva Artemia salina karena memiliki nilai LC₅₀ di bawah 1000 ppm.