Fenomena anak jalanan masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Keberadaan anak jalanan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan, tetapi juga berhubungan dengan proses pembentukan nilai sosial dalam kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pendidikan dalam perspektif anak jalanan, mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang terbentuk melalui pengalaman pendidikan, serta menganalisis peran pendidikan dalam pembentukan nilai sosial anak jalanan di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap anak jalanan yang menjadi informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan memaknai pendidikan sebagai sarana untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, meningkatkan pengetahuan, serta membuka peluang untuk mencapai masa depan yang lebih sejahtera. Nilai-nilai sosial yang terbentuk melalui pengalaman pendidikan meliputi tanggung jawab, solidaritas, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selain itu, pendidikan berperan penting dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku sosial anak jalanan melalui pendidikan formal, pendidikan nonformal, maupun pengalaman sosial yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan nilai sosial anak jalanan tidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pengalaman sosial yang diperoleh dalam kehidupan jalanan. Oleh karena itu, pendidikan perlu dipahami sebagai proses yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan nilai sosial dan karakter anak jalanan.