Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN STRATEGIS GURU AKIDAH AKHLAK DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER DISIPLIN SISWA DI MA SABDA RIA NADA BESUKI SITUBONDO Imam Hendri Yanto; Ahmad Khumaidi; Mahfudz Sulaiman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48892

Abstract

This study aims to examine the strategic role of Aqidah Akhlak teachers in shaping and developing students’ discipline character at MA Sabda Ria Nada Besuki Situbondo. The primary focus of this research is directed toward how teachers design, implement, and evaluate efforts to foster discipline through both classroom learning processes and extracurricular activities. This study employs a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects include Aqidah Akhlak teachers, students, and relevant school stakeholders. Data collection techniques consist of observation, in-depth interviews, and documentation, while data analysis is conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that Aqidah Akhlak teachers play a significant role as educators, role models, and mentors in instilling disciplinary values. The strategies implemented include habituation of disciplined behavior, providing exemplary conduct, reinforcing values through instructional materials, and consistently enforcing rules. In addition, support from the school environment and student involvement also influence the success of character development. However, several challenges were identified, such as differences in students’ backgrounds and varying levels of awareness. Therefore, continuous synergy between teachers, schools, and family environments is necessary to optimize the development of students’ discipline character.
Optimalisasi Penggunaan Canva sebagai Media Pembelajaran Interaktif dan Menyenangkan pada Mahasiswa PAI Universitas Islam Lathifah Lailatassaidah; Herwati; Mahfudz Sulaiman
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 23 No 1 (2026): Volume 23 Nomor 1 2026
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v23i1.24572

Abstract

Advances in digital technology have opened up opportunities for educators to utilize a variety of more creative and innovative learning media. One approach that can be employed is the use of the Canva app, which enables users to create various types of visual designs such as presentations, info graphics, and learning materials with a more engaging appearance. This study aims to determine how the Canva app is used as a learning medium and its role in creating interactive learning experiences for students in the Islamic Education Program at Zainul Hasan Genggong Islamic University. This study employs a descriptive qualitative approach by collecting data through interviews with the students. The Research shows that most students use Canva to create a variety of materials, including presentations, concept maps, and visual aids used in class. Delivering material through Canva is considered to help students create more engaging presentations, foster creativity, and make the learning process more interactive and less monotonous. Media created using Canva can also boost students’ confidence when presenting material in front of the class. However, several obstacles were identified: some students still struggle to understand and utilize the various features available in Canva, resulting in suboptimal use of the platform. It can be concluded that Canva plays a significant role as a learning tool that can support more interactive and engaging learning experiences, although students still need to improve their understanding of how to make the most of its feature.
Makna Pendidikan Dalam Pembentukan Nilai Sosial Anak Jalanan di Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo Jumaati; Babul Bahrudin; Mahfudz Sulaiman
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8631

Abstract

Fenomena anak jalanan masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Keberadaan anak jalanan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan, tetapi juga berhubungan dengan proses pembentukan nilai sosial dalam kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pendidikan dalam perspektif anak jalanan, mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang terbentuk melalui pengalaman pendidikan, serta menganalisis peran pendidikan dalam pembentukan nilai sosial anak jalanan di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap anak jalanan yang menjadi informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan memaknai pendidikan sebagai sarana untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, meningkatkan pengetahuan, serta membuka peluang untuk mencapai masa depan yang lebih sejahtera. Nilai-nilai sosial yang terbentuk melalui pengalaman pendidikan meliputi tanggung jawab, solidaritas, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selain itu, pendidikan berperan penting dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku sosial anak jalanan melalui pendidikan formal, pendidikan nonformal, maupun pengalaman sosial yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan nilai sosial anak jalanan tidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pengalaman sosial yang diperoleh dalam kehidupan jalanan. Oleh karena itu, pendidikan perlu dipahami sebagai proses yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan nilai sosial dan karakter anak jalanan.