Dinda Aulia Putri
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Sanitasi Lingkungan Dengan Keluhan Gangguan Pencernaan pada Siswa Kelas VIII SMPN 28 Medan Johor Meutia Nanda; Annisa Ananda; Dinda Aulia Putri; Nazla Huwaida Hasibuan; Putri Anggi Marsanda HRP
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8802

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan upaya pengelolaan faktor lingkungan untuk mencegah munculnya kondisi yang mendukung perkembangan vektor penyakit. Sanitasi yang buruk, seperti adanya genangan air, penumpukan sampah, dan pengelolaan limbah yang tidak memadai, dapat menyediakan habitat bagi vektor seperti nyamuk, lalat, dan tikus.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan dengan keluhan gangguan pencernaan serta menganalisis efektivitas penyuluhan sanitasi lingkungan terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Medan Johor. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa SMP Negeri 28 Medan Johor yang berjumlah 785 siswa. Pemilihan kelas dilakukan dengan purposive sampling berdasarkan rekomendasi pihak sekolah. Selanjutnya seluruh siswa pada kelas terpilih dijadikan responden menggunakan teknik total sampling terdiri dari 31 responden pada kelas 8. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sanitasi lingkungan dan lembar identifikasi keluhan gangguan pencernaan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi siswa dengan tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan kategori baik meningkat dari 51,6% pada pre-test menjadi 80,6% pada post-test. Sebagian besar responden tidak mengalami keluhan gangguan pencernaan (67,7%), sedangkan 32,3% responden mengalami keluhan gangguan pencernaan. Hasil Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan dengan keluhan gangguan pencernaan (p < 0,001). Selain itu, hasil Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian penyuluhan sanitasi lingkungan (Z = -3,317; p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan berhubungan dengan keluhan gangguan pencernaan pada siswa dan penyuluhan sanitasi lingkungan efektif meningkatkan pengetahuan siswa. Peningkatan edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.