Nindya Waskitaningtyas
Universitas Pertahanan RI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Status Mikronutrien Terhadap Respons Imun dan Manifestasi Klinis Kusta (Mycobacterium leprae) pada Daerah Endemis: Sebuah Literatur Review Rachma Hidana; Aubrey Darlene Patmonoputri; Auzi Ainul Hasnu; Christina Desy Batuara; Dian Islamiyah; Eka Anastasya; Mochammad Hendik Widy Awan; Muhammad Azka Sabila; Nathania Hasiani Sitanggang; Nindya Waskitaningtyas; Rionaldo Saragih
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1366

Abstract

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara endemik, termasuk Indonesia. Manifestasi klinis kusta sangat dipengaruhi oleh respons imun inang terhadap infeksi M. leprae. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa status mikronutrien berperan penting dalam regulasi sistem imun melalui pengaruhnya terhadap fungsi makrofag, limfosit T, produksi sitokin, serta berbagai mekanisme pertahanan tubuh lainnya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai hubungan antara status mikronutrien, respons imun, dan manifestasi klinis kusta menjadi penting dalam mendukung upaya pengendalian penyakit. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan antara status mikronutrien, respons imun, dan manifestasi klinis kusta pada populasi di daerah endemik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa berbagai jenis mikronutrien berkontribusi terhadap modulasi respons imun terhadap infeksi M. leprae. Defisiensi mikronutrien tertentu berhubungan dengan gangguan respons imun seluler, ketidakseimbangan produksi sitokin, serta peningkatan risiko terjadinya manifestasi klinis kusta yang lebih berat. Dengan demikian, optimalisasi status mikronutrien berpotensi menjadi strategi pendukung yang efektif dalam upaya pencegahan, penatalaksanaan, dan pengendalian kusta, terutama di wilayah dengan beban penyakit yang tinggi