Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR KADET MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN MILITER UNHAN TA 2020/2021 Anisah Anisah; Putrya Hawa; Herlina Tarigan; Rachma Hidana; Yaumi Faiza; Elies Fitriani
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v12i2.1700

Abstract

Pendidikan kedokteran bertujuan untuk menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi dalam ranah pengetahuan, sikap dan perilaku. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pencapaian kompetensi tersebut adalah motivasi belajar mahasiswa, motivasi yang tinggi akan menghasilkan pencapaian belajar yang lebih baik. Lingkungan belajar membentuk suasana belajar yang dapat mempengaruhi motivasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan belajar terhadap tingkat motivasi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sebanyak 74 mahasiswa Fakultas Kedokteran Unhan angkatan 2020/2021 mengisikuesioner Dundee Ready Environment Educational Measurement (DREEM) dan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Didapatkan nilai total DREEM 147,36 yang berarti mahasiswa menilai lingkungan belajar yang terbentuk saat ini di FK Unhan masuk dalam kategori “lebih banyak hal positif daripada negatif” dengan nilai tertinggi didapatkan pada skala penilaian terhadap staf pengajar (77,1%) dan penilaian terendah pada skala kehidupan social (65,4%). Nilai rata-rata untuk motivasi adalah 3.59 masuk dalam kategori “tinggi”, dengan nilai tertinggi pada skala “intrinsicl value” 3,92 dan terendah pada skala anxiety 3,43. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa terdapat hubungan antara lingkungan belajar dengan motivasi belajar (p = 0,023).
Peran Status Mikronutrien Terhadap Respons Imun dan Manifestasi Klinis Kusta (Mycobacterium leprae) pada Daerah Endemis: Sebuah Literatur Review Rachma Hidana; Aubrey Darlene Patmonoputri; Auzi Ainul Hasnu; Christina Desy Batuara; Dian Islamiyah; Eka Anastasya; Mochammad Hendik Widy Awan; Muhammad Azka Sabila; Nathania Hasiani Sitanggang; Nindya Waskitaningtyas; Rionaldo Saragih
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1366

Abstract

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara endemik, termasuk Indonesia. Manifestasi klinis kusta sangat dipengaruhi oleh respons imun inang terhadap infeksi M. leprae. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa status mikronutrien berperan penting dalam regulasi sistem imun melalui pengaruhnya terhadap fungsi makrofag, limfosit T, produksi sitokin, serta berbagai mekanisme pertahanan tubuh lainnya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai hubungan antara status mikronutrien, respons imun, dan manifestasi klinis kusta menjadi penting dalam mendukung upaya pengendalian penyakit. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan antara status mikronutrien, respons imun, dan manifestasi klinis kusta pada populasi di daerah endemik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa berbagai jenis mikronutrien berkontribusi terhadap modulasi respons imun terhadap infeksi M. leprae. Defisiensi mikronutrien tertentu berhubungan dengan gangguan respons imun seluler, ketidakseimbangan produksi sitokin, serta peningkatan risiko terjadinya manifestasi klinis kusta yang lebih berat. Dengan demikian, optimalisasi status mikronutrien berpotensi menjadi strategi pendukung yang efektif dalam upaya pencegahan, penatalaksanaan, dan pengendalian kusta, terutama di wilayah dengan beban penyakit yang tinggi