Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kogabwilhan I dalam Mendukung Ketahanan Pangan melalui Pemanfaatan Lahan Eks-Tambang Bauksit di Tanjung Moco, Pulau Dompak, Kepulauan Riau Rofiah Adawiyah; Afrizal Afrizal; Maureen Azizta
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.331

Abstract

Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan strategis menghadapi tantangan ketahanan pangan yang kompleks, diperparah oleh keberadaan ribuan hektar lahan eks-tambang bauksit yang terbengkalai dan tidak produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan eks-tambang bauksit di Tanjung Moco, Pulau Dompak, guna mewujudkan ketahanan wilayah di Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan perwira staf Kogabwilhan I dan petani lokal, observasi lapangan selama kurang lebih tiga bulan, serta studi dokumentasi terhadap laporan kegiatan dan kebijakan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kogabwilhan I menjalankan tiga peran strategis berdasarkan teori Ryaas Rasyid, yakni sebagai regulator melalui penetapan kebijakan internal dan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) BIOS 44 untuk rehabilitasi lahan sebagai dinamisator melalui penggerakkan kelompok tani, pembangunan kesadaran kolektif, dan sinergi lintas sektor, serta sebagai fasilitator melalui penyediaan sarana produksi, infrastruktur irigasi, pelatihan teknis, dan penguatan kelembagaan petani. Program ini berkontribusi pada empat pilar ketahanan pangan FAO, yaitu ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah secara multidimensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) oleh Kogabwilhan I terbukti efektif sebagai model pertahanan berbasis ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Optimalisasi Program Bakti Sosial Kogabwilhan I dalam Mendukung Pemberdayaan UMKM di Provinsi Kepulauan Riau Studi Kasus: Bantuan Kompor Biomassa Burner Maureen Azizta; Afrizal Afrizal; Rofiah Adawiyah
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.332

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, membantu menyerap tenaga kerja, dan mendorong tumbuhnya perekonomian daerah. Namun, pelaku UMKM di Provinsi Kepulauan Riau masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya biaya produksi, keterbatasan akses pasar, dan keterbatasan sarana pendukung usaha. Oleh karena itu, Kogabwilhan I melaksanakan program bakti sosial melalui pemberian bantuan Kompor Biomassa Burner sebagai upaya mendukung pemberdayaan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program bantuan Kompor Biomassa Burner serta mengidentifikasi manfaat dan upaya optimalisasi program dalam mendukung pemberdayaan UMKM di Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak Staf Teritorial Kogabwilhan I dan pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bantuan Kompor Biomassa Burner memberikan manfaat bagi pelaku UMKM melalui peningkatan efisiensi penggunaan energi, pengurangan biaya produksi, serta dukungan terhadap proses produksi yang lebih ramah lingkungan. Program ini juga didukung oleh kegiatan UMKM Merah Putih yang membantu memperluas promosi dan pemasaran produk lokal. Selain berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha, program ini turut memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Optimalisasi program memerlukan sinergi antara Kogabwilhan I, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya melalui pendampingan, monitoring, evaluasi, serta perluasan jangkauan bantuan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.