Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran guru dalam menjaga kualitas pengajaran di tengah tuntutan administrasi pembelajaran dan kebutuhan kesejahteraan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban administrasi guru dan kesejahteraan guru terhadap efektivitas pengajaran pada implementasi kebijakan Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan aplikasi JASP melalui uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor beban administrasi guru sebesar 55,84, kesejahteraan guru sebesar 47,40, dan efektivitas pengajaran sebesar 91,78. Hasil regresi menunjukkan bahwa beban administrasi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengajaran dengan koefisien regresi B = 0,200, t = 2,191, dan p = 0,033. Kesejahteraan guru juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengajaran dengan koefisien regresi B = 0,401, t = 2,615, dan p = 0,012. Secara simultan, beban administrasi guru dan kesejahteraan guru berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengajaran dengan nilai F = 6,017 dan p = 0,005. Nilai R² = 0,204 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 20,4% variasi efektivitas pengajaran, sedangkan 79,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, meskipun kedua variabel berpengaruh signifikan, kontribusinya masih terbatas. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan administrasi yang efektif dan peningkatan kesejahteraan guru untuk mendukung kualitas pengajaran.