Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasikan emosi yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Kadarwati Wanita Dengan Lima Nama karya Pandir Kelana. Novel ini menggambarkan perjuangan seorang wanita muda yang terjebak dalam konflik emosional dan situasi sosial yang menekan selama masa penjajahan Jepang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis, penelitian ini mengidentifikasi tujuh klasifikasi emosi utama yang dialami Kadarwati: rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, menghukum diri sendiri, rasa malu, kesedihan, kebencian, dan cinta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emosi kebencian merupakan yang paling dominan, terutama sebagai reaksi terhadap perlakuan tidak adil yang diterimanya dari tentara Nippon. Kadarwati mengalami perasaan bersalah yang mendalam, baik terhadap orang tuanya maupun dirinya sendiri yang menunjukkan beban psikologis yang berat akibat konflik antara harapan dan realitas pahit. Selain itu, rasa malu muncul ketika ia harus menyembunyikan nasibnya yang memalukan dari orang-orang terdekatnya, sedangkan kesedihan terlihat jelas saat ia menyadari bahwa impian dan harapannya untuk menjadi dokter hancur. Penelitian ini tidak hanya mengungkapkan kompleksitas emosi yang dialami oleh Kadarwati, tetapi juga menggambarkan bagaimana emosi-emosi tersebut memengaruhi tindakan dan keputusan yang diambilnya. Dengan demikian, analisis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang psikologi karakter dalam karya sastra, serta relevansinya dengan pengalaman hidup nyata. Melalui penggalian emosi dalam karya sastra, pembaca diharapkan dapat belajar untuk lebih memahami diri sendiri dan orang lain serta mengelola emosi dengan lebih baik untuk mencapai kesejahteraan mental dan hubungan sosial yang lebih baik.