Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus melalui Pelatihan Kompetensi Pengelasan Mustaza Maa; Roni Novison; Made Rahmawaty; Jupri Yanda Zaira; Agus Wijianto
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2026): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/jiter-pm.v4i2.6858

Abstract

Siswa berkebutuhan khusus (SBK) menghadapi tantangan besar dalam mengakses Pendidikan keterampilan vokasional yang relevan dengan kebutuhan industri. Kurangnya fasilitas praktik dan kompetensi tenaga pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) memperlebar kesenjangan kesiapan kerja lulusan SBK. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun kemandirian siswa SLB Sri Mujinab Pekanbaru melalui peningkatan kompetensi di bidang pengelasan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, workshop teknikal bagi guru dan siswa, serta pelatihan praktik dasar pengelasan bagi guru dan siswa dengan pendekatan visual dan project-based learning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap prosedur keselamatan kerja dan Teknik pengalasan dasar (running bead dan corner joint). Luaran konkret dari pengabdian ini dalam proyek produk fisik sederhana adalah berupa kursi kantin yang langsung dikerjakan oleh guru dan siswa. Kegiatan ini memberikan alternatif keterampilan baru bagi siswa SLB selain sektor pertanian, sehingga meningkatkan peluang mereka untuk bekerja atau berwirausaha secara mandiri di sektor industri manufaktur.
Pelatihan Penggunaan Mesin Pengepres Kulit Untuk Alat Musik Kompang Roni Novison; Amnur Akhyan; Agus Wijianto; Dwi Surya Dharma
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.545 KB) | DOI: 10.35143/jiterpm.v1i1.5860

Abstract

Kompang merupakan jenis alat musik tradisional yang sangat dikenal di kalangan masyarakat Melayu pada umumnya. Hampir mirip dengan alat music rebana, Kompang merupakan alat musik tradisional dari Provinsi Riau yang dibuat dari kayu dan kulit kambing. Di beberapa daerah di Riau, alat music Kompang juga disebut dengan kendang. Keberadaan alat musik ini dikaitkan dengan penyebaran agama Islam di Indonesia. Salah satu UMKM yang memproduksi alat musik melayu adalah BMR Musik Riau. BMR Musik Riau memproduksi alat-alat musik khas melayu diantaranya Kompang, Gambus, Bebano, Marwas dan Tambur. Salah satu tujuan BMR Musik Riau berdiri adalah untuk mempertahankan dan melestarikan budaya melayu. Hal ini selaras dengan visi misi dinas kebudayaan provinsi Riau. Salah satu pointnya berisi menjadikan riau sebagai pusat Bahasa dan seni budaya melayu di asia Tenggara. Produksi alat musik kompang masih dilakukan dirumah dan jumlah produksi sangat terbatas sekali. Ditahun 2015 permintaan pasar akan kompang cukup meningkat drastis. Permintaan ini tidak dapat dipenuhi secara cepat dikarena banyaknya proses yang dilalui masih dilakukan secara konvensional. Paparan permasalahan di atas menjadi acuan bagi tim PKM untuk memberikan solusi bagi perkembangan usaha ini. Tim PKM akan memberikan mesin berdasarkan hasil penelitian yang akan dilakukan. Setelah mesin diberikan maka untuk memudahkan UMKM BMR Riau dalam penggunakan mesin maka diperlukan pelatihan penggunaan mesin untuk meningkatkan teknologi dan ketrampilan dalam penggunaan alat bantu pemasang kulit kompang. Sehingga diharapkan dengan adanya solusi dari permasalahn tersebut dapat mewujudkan misi dan visi awal terbentuknya BMR Riau Musik
Pelatihan Fillet Welder Untuk Pemuda Tempatan Di Provinsi Riau (Batch 2) Jupri Yanda Zaira; Agus Wijianto
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.4 KB) | DOI: 10.35143/jiterpm.v1i1.5872

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan oleh praktisi pendidikan yang mempunyai keahlian diberbagai bidang keilmuan dalam bentuk kegiatan tridarma perguruan tinggi. PkM ini diberikan kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi, dalam hal ini bidang pengelasan. PkM ini merupakan kerjasama yang berkelanjutan yang dilakukan oleh Politeknik, dalam hal ini adalah Politeknik Caltex Riau dengan Mitra PkM yaitu LAZnas PHR South Area. Kegiatan dilakukan selama lebih kurang 3 bulan, dimulai dengan proses seleksi calon peserta dari tanggal 23 November sampai dengan 23 Desember 2021, proses pelatihan dari tanggal 27 Desember 2021 sampai dengan 07 Januari 2022, dan proses magang dari tanggal 23 Januari sampai dengan 23 Maret 2022. Materi pelatihan yang diberikan terdiri dari teori K3, gambar teknik, teori pengelasan, praktek rigi – rigi las 1F, praktek corner joint 1F, praktek tee joint 2F, praktek tee joint 3F (E6013), dan praktek tee joint 3F (E7016). Hasil dari PkM ini adalah mecetak Fillet Welder sebanyak 12 orang yang tersebar dari 4 Kabupaten Kota yaitu Kota Dumai, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Bengkalis. Peserta berhasil mempunyai kompetensi di bidang ilmu pengelasan dan berhak mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Politeknik Caltex Riau.
Pelatihan Tukang Las Fillet Untuk Pemuda Putus Sekolah Di Provinsi Riau Jupri Yanda Zaira; Agus Wijianto
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/jiter-pm.v2i1.6253

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan oleh praktisi pendidikan yang mempunyai keahlian diberbagai bidang keilmuan dalam bentuk kegiatan tridarma perguruan tinggi. Program ini diberikan kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi, dalam hal ini bidang pengelasan. Program ini merupakan kerjasama yang berkelanjutan untuk angkatan ke 3 yang dilakukan oleh Politeknik Caltex Riau dengan Mitra PkM yaitu LAZnas PHR – Karyawan Muslim Indonesia. Kegiatan dilakukan selama lebih kurang 3 bulan, dimulai dengan proses seleksi calon peserta dari tanggal 20 Oktober sampai dengan 20 November 2022, proses pelatihan dari tanggal 22 November 2022 sampai dengan 02 Desember 2022, dan proses pemagangan dari tanggal 05 Desember 2022 sampai dengan 27 Januari 2023. Materi pelatihan yang diberikan terdiri dari teori K3, gambar teknik, teori pengelasan, praktek rigi – rigi las 1F, praktek corner joint 1F, praktek tee joint 2F, praktek tee joint 3F (E6013), dan praktek tee joint 3F (E7016). Hasil dari program ini adalah mecetak tukang las fillet sebanyak 11 orang yang tersebar dari 4 Kabupaten Kota yaitu Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Bengkalis. Peserta berhasil mempunyai kompetensi di bidang ilmu pengelasan dan berhasil mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Politeknik Caltex Riau.
Implementasi Tempat Sampah Untuk Mendukung LPS Di Kantor Kelurahan Umban Sari Mustaza Maa; Roni Novison; Jupri Yanda Zaira; Agus Wijianto; Amnur Akhyan; Fortinov Akbar Irdam
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 4 No. 1 (2026): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/jiter-pm.v4i1.6716

Abstract

This community engagement initiative aims to support Lembaga Pengolahan Sampah (LPS) by implementing a segregated waste bin system at Kantor Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. The primary objective is to provide dedicated bins for organic, inorganic, and hazardous waste (B3), thereby enhancing the operational effectiveness of the LPS and fostering an environmentally conscious culture among office personnel. The program was executed through a series of structured stages, including preliminary surveys, problem identification, waste bin design, proposal development, fabrication and installation of the bins, and educational outreach to sub-district staff. The outcomes of this initiative include the successful provision of categorized waste bins, comprehensive documentation, and public dissemination of the project. This activity serves as a prototype for community-based waste management practices and offers a replicable model for similar urban settings.