Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIGITALISASI PROSES APPROVAL AKADEMIK NAUTIKA MELALUI SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB DI JURUSAN KEMARITIMAN Aprizawati Aprizawati; Robyansyah Robyansyah; Zusniati Zusniati; Romadhoni Romadhoni; Adelia Fitriyani
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 3 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/avykda40

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan sistem informasi berbasis web yang akan membantu digitalisasi proses persetujuan akademik di Program Studi Nautika, Jurusan Kemaritiman. Selama ini, proses persetujuan seperti pengajuan penerimaan taruna, sistem Kartu Rencana Studi (KRS), izin praktek laut, dan validasi nilai dilakukan secara manual, yang memakan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan administrasi. Metode penelitian dan pengembangan (R&D) ini menggunakan model pengembangan Waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan basis data MySQL dan menerapkan konsep kontrol akses berbasis peran untuk siswa, pengajar, dan admin. Hasil pengujian fungsional menggunakan Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh modul sistem berjalan sesuai kebutuhan dengan tingkat keberhasilan 100%. Di sisi lain, skala kemudahan sistem (SUS) terhadap 30 responden menerima skor rata-rata 82,5, yang menempatkannya dalam kategori "baik". Sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi proses persetujuan hingga lima puluh lima persen lebih cepat dibandingkan dengan metode manual. Selain itu, penerapan sistem ini meningkatkan transparansi dan akurasi data akademik. Oleh karena itu, digitalisasi melalui sistem informasi ini dapat membantu meningkatkan efisiensi layanan pendidikan dan mendorong transformasi digital dalam pendidikan vokasi kemaritiman. Kata Kunci: Digitalisasi, Approval Akademik, Sistem Informasi, Web-Based, Nautika, Waterfall
Pemanfaatan Drum Bekas (Incenerator) Sebagai Pembuatan Penanda Alur Navigasi Yang Ekonomis Bagi Nelayan Tradisional Di Desa Kembung Luar Aprizawati Aprizawati; Bobi Satria Bobi Satria; Robyansyah Robyansyah; Zusniati Zusniati
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/1476sk85

Abstract

Desa Kembung Luar yang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis dimana sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan traditional selain bekerja di Malaysia, yang mana masih banyak menggunakan kapal kapal kayu dan mereka pergi melaut dimulai dari sore hari hingga ke subuh hari. Oleh karena itu terkadang mereka mengalami kendala pada saat akan memasuki alur Sungai yang tanpa penanda alur navigasi sehingga menyebvabkan mereka sering kali terlewat Ketika hendak berbelok dan memutar arah kembali. Dalam hal ini beberapa tempat yang menjadi titik selalunya terjadi kapal-kapal nelayan tersebut menabrak bakau atau terlewat dikarenakan tidak melihat penanda akibat kondisi malam terlalu pekat tanpa penerang yang mana hanya mengandalkan lampu senter sorot yang dipakai di kepala. keselamatan para awak kapal maupun penumpang kapal harus diperhatikan dengan baik, untuk itu biasanya dalam sebuah pelayaran akan disiapkan selain berbagai macam alat keselamatan sehingga para awak kapal dan penumpang bisa merasa lebih aman juga kondisi arus dan arah balik serta keluar para nelayan. Oleh sebab itu, berdasarkan pantauan di lapangan perlu diadakan penyuluhan atau sosialisasi tentang pentingnya alat penanda alur navigasi bagi nelayan di Desa Kembung Luar, Bengkalis serta melakukan pemanfaatan drum bekas(Incenerator) untuk dijadikan sarana penanda alur navigasi karena belum mendapatkan penanda alur tersebut dari Distrik Navigasi.