Mustikasari
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kesiapsiagaan Psychological First Aid pada Wilayah Rawan Kebakaran Tambora Mustikasari; Dian Fitria; Suryane Sulistiana Susanti; Ria Utami Panjaitan; Ice Yulia Wardani; Yudi Ariesta Chandra; Giur Hargiana; Firhan Nurfalah; Akbar Nur; Azwar; Ghaida Awad Elradi Mohamed
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2: Juli 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i2.965

Abstract

Bencana kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dan dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis pada masyarakat terdampak. Psychological First Aid (PFA) menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan dukungan psikososial awal pada situasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan tim Psychological First Aid (PFA) di wilayah rawan kebakaran Tambora. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pretest and post-test design pada 40 peserta (tim PFA). Kegiatan dilakukan melalui edukasi, pelatihan, simulasi, dan praktik lapangan kepada 80 keluarga di wilayah Kelurahan Tambora. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan tim PFA dan lembar observasi performance. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kesiapsiagaan peserta dari 61,35 ± 9,12 pada pretest menjadi 65,40 ± 5,82 pada post-test dengan peningkatan sebesar 4,05 poin atau 6,6% (p < 0,001). Selain itu, sebagian besar masyarakat memiliki tingkat kesiapsiagaan dalam kategori baik setelah diberikan edukasi dan praktik lapangan. Pelatihan PFA berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan psikososial masyarakat pada wilayah rawan kebakaran. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana berbasis komunitas.