APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol. 6 No. 2: Juli 2026

Peningkatan Kesiapsiagaan Psychological First Aid pada Wilayah Rawan Kebakaran Tambora

Mustikasari (Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia)
Dian Fitria (Universitas Indonesia)
Suryane Sulistiana Susanti (Universitas Indonesia)
Ria Utami Panjaitan (Universitas Indonesia)
Ice Yulia Wardani (Universitas Indonesia)
Yudi Ariesta Chandra (Universitas Indonesia)
Giur Hargiana (Universitas Indonesia)
Firhan Nurfalah (Universitas Indonesia)
Akbar Nur (Universitas Indonesia)
Azwar (STIKes RS Husada)
Ghaida Awad Elradi Mohamed (STIKes RS Husada)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2026

Abstract

Bencana kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dan dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis pada masyarakat terdampak. Psychological First Aid (PFA) menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan dukungan psikososial awal pada situasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan tim Psychological First Aid (PFA) di wilayah rawan kebakaran Tambora. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pretest and post-test design pada 40 peserta (tim PFA). Kegiatan dilakukan melalui edukasi, pelatihan, simulasi, dan praktik lapangan kepada 80 keluarga di wilayah Kelurahan Tambora. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan tim PFA dan lembar observasi performance. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kesiapsiagaan peserta dari 61,35 ± 9,12 pada pretest menjadi 65,40 ± 5,82 pada post-test dengan peningkatan sebesar 4,05 poin atau 6,6% (p < 0,001). Selain itu, sebagian besar masyarakat memiliki tingkat kesiapsiagaan dalam kategori baik setelah diberikan edukasi dan praktik lapangan. Pelatihan PFA berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan psikososial masyarakat pada wilayah rawan kebakaran. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana berbasis komunitas.

Copyrights © 2026