Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH VOLUME AIR TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN KARPER (CYPRINUS CARPIO) DI UPTD BALAI BENIH IKAN LENEK Sulastri; B. As’urin; Junaidi; Kevih Gustav Sadika
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 14 No. 1 (2026): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v14i1.696

Abstract

Keberhasilan penetasan telur merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pembenihan ikan yang dipengaruhi oleh kondisi media penetasan, termasuk volume air yang berperan dalam menjaga stabilitas kualitas air. Volume air yang sesuai mampu mempertahankan suhu, oksigen terlarut (DO), pH, dan konsentrasi amonia pada kisaran optimum sehingga mendukung perkembangan embrio dan meningkatkan keberhasilan penetasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh volume air terhadap daya tetas dan mortalitas telur ikan karper (Cyprinus carpio) di UPTD Balai Benih Ikan Lenek. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas empat perlakuan volume air dan tiga kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut apabila terdapat perbedaan nyata antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan volume air memberikan pengaruh terhadap daya tetas dan mortalitas telur ikan karper. Volume air yang lebih besar cenderung menghasilkan persentase daya tetas yang lebih tinggi dan mortalitas yang lebih rendah dibandingkan volume air yang lebih kecil. Hal ini Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa volume air merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan penetasan telur ikan karper (Cyprinus carpio). Penggunaan volume air yang optimal dapat meningkatkan daya tetas sekaligus menurunkan mortalitas telur diduga karena volume air yang lebih besar mampu menjaga kestabilan kualitas air, meningkatkan ketersediaan oksigen terlarut, serta mengurangi akumulasi bahan organik dan senyawa toksik selama proses inkubasi.