Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI RUANG AKOMODASI PENUMPANG PADA KENDARAAN MINI-MPV DALAM KERANGKA TUGAS KELAS STUDIO PERANCANGAN INTERIOR TRANSPORTASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMETAAN RUANG KABIN KENDARAAN Rezasyah, Erwin; Mustaqim, Karna
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i2.1749

Abstract

Penelitian yang berbasis kelas studio (Studio Learning-based research) dalam perancangan interior transportasi ini berfokus pada pembelajaran mengenai ruang okupansi dalam desain interior kabin kendaraan. Kegiatan ini melibatkan enam belas (16) mahasiswa yang diberikan instruksi untuk memetakan ruang okupansi di bagian belakang kendaraan jenis Mini-MPV berkapasitas 7 penumpang. Tujuan dari pemetaan ini adalah untuk memperoleh gambaran awal mengenai perbandingan ukuran ruang bagi penumpang di kursi baris ketiga dari berbagai merek Mini-MPV dengan konfigurasi 7 tempat duduk yang banyak beredar di Indonesia. Dalam sesi kelas sebelumnya, mahasiswa telah menerima materi tentang perancangan interior transportasi, termasuk aspek-aspek pemetaan yang perlu diperhatikan, seperti bentuk kontur kursi penumpang, lebar ruang duduk, dan tinggi tempat duduk. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepekaan masing-masing mahasiswa terhadap konsep ruang okupansi dalam kendaraan. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus berdasarkan hasil pembelajaran, dengan memilih tiga (3) mahasiswa sebagai sampel untuk bahan analisis. Dari presentasi akhir ketiga responden, ditemukan adanya perbedaan dalam hasil yang disajikan, baik dari segi detail penjelasan, kualitas penyajian data, maupun pemahaman terhadap instruksi pemetaan yang telah diberikan.
Penerapan Konsep Tropical Calm pada Desain Interior Lobby Fivestar Family Reflexology untuk Healing Therapy Aldea Risma Septiawati; Erwin Rezasyah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.522

Abstract

The lobby is the initial area that forms impressions and serves as a transition zone before visitors undergo reflexology therapy. Often, lobby designs that ignore psychological aspects and circulation placement can reduce the overall effectiveness of the healing process. This study aims to analyze the implementation of the Tropical Calm concept in the interior of the Family Reflexology lobby, with a case study at Fivestar Reflexology, as a supporting element of healing therapy. The research method used is descriptive qualitative, evaluating interior elements through literature review and direct field surveys. The results of the study show that in addition to the synergy of natural materials and tropical color palettes, the strategic zoning of the reception area is crucial in creating a comfortable spatial orientation for users. The integration of appropriate Tropical Calm elements has been proven effective in reducing initial stress levels and supporting the holistic relaxation process for visitors from the moment they enter the building.
Penerapan Desain Neoklasik pada Elemen Interior Gereja GPIB Immanuel Jakarta sebagai Ruang Ibadah Bersejarah Marcello V I Luhukay; Erwin Rezasyah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.696

Abstract

GPIB Immanuel Church Jakarta is one of the cultural heritage buildings with significant historical and architectural value in the development of Jakarta. The church not only accommodates worship activities but also functions as a symbolic space that reflects the theological, historical, and cultural values of its period. This article examines the application of Neoclassical design to the interior elements of GPIB Immanuel Church Jakarta as a historic place of worship. The study focuses on how Neoclassical design principles, such as symmetry, proportion, order, and spatial hierarchy, are applied to various interior elements of the church, including spatial organization, structural elements, the altar, materials, lighting, and ornamentation. This study employs a descriptive qualitative approach involving a literature review, direct observation, and visual documentation. The findings indicate that the application of Neoclassical design to the church’s interior elements supports liturgical functions and enhances the congregation’s spiritual experience while creating a monumental, orderly, and sacred spatial character. Furthermore, the application of Neoclassical design contributes to preserving the building’s historical values while maintaining its relevance to the functional requirements of contemporary worship. This article is expected to serve as a reference for further studies on the interior design of historic churches, particularly those focusing on the application of Neoclassical design as an approach to preserving historic worship spaces.
Perancangan identitas visual kelurahan Duri Kepa berbasis data lapangan melalui pendekatan design thinking dalam mendukung komunikasi visual publik Tisa Putrinda; Irma Damayantie; Erwin Rezasyah
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual Kelurahan Duri Kepa berbasis data lapangan melalui pendekatan design thinking. Latar belakang penelitian ini adalah belum adanya sistem identitas visual yang dapat menggambarkan karakter wilayah, nilai lokal, dan peran kelurahan dalam komunikasi publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tahapan design thinking yang meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan survei terhadap masyarakat serta pihak kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis data lapangan mampu mengidentifikasi elemen kunci identitas wilayah, meliputi nilai sosial budaya, karakter lingkungan, dan persepsi masyarakat, yang kemudian diterjemahkan ke dalam sistem identitas visual yang terstruktur. Proses design thinking yang dilakukan secara bertahap menunjukkan bahwa keterlibatan pengguna penting untuk menghasilkan identitas visual yang sesuai dengan kondisi wilayah dan mudah dipahami. Temuan ini menunjukkan bahwa perancangan identitas visual wilayah tidak hanya merupakan proses estetis, tetapi juga melibatkan pemahaman terhadap kondisi sosial dan budaya yang digunakan dalam komunikasi visual publik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian identitas visual wilayah dengan menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan partisipasi pengguna, serta memberikan kerangka konseptual yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perancangan identitas visual wilayah dengan pendekatan serupa.