Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) dalam menangani tindak kekerasan bullying/perundungan pada sekolah dasar di Kecamatan Sekotong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Adapun subjek penelitian ini yaitu meliputi: Anggota Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sekotong, Kepala Sekolah, Guru wali kelas, Pengawas Sekolah, Peserta didik kelas V atau kelas VI, Orang tua/wali siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas peran TPPK dalam menangani bullying belum berjalan secara optimal. Implementasi fungsi sosialisasi, pendampingan korban, kemitraan, serta pemantauan dan pelaporan masih bersifat administratif dan belum terlaksana secara sistematis. Persepsi warga sekolah juga menunjukkan bahwa keberadaan TPPK belum memberikan dampak nyata karena rendahnya tingkat pemahaman terhadap fungsi dan mekanisme pelaporannya. Faktor-faktor yang menghambat efektivitas TPPK meliputi rendahnya kapasitas teknis anggota, beban tugas ganda guru, keterbatasan anggaran operasional, rendahnya pemahaman warga sekolah, budaya penyelesaian masalah secara kekeluargaan, serta keterbatasan akses geografis wilayah pesisir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan anggaran, pendampingan berkelanjutan, serta peningkatan koordinasi antara sekolah dan Dinas Pendidikan diperlukan agar TPPK mampu menjalankan perannya secara efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.