Meri Andani
Universitas PGRI Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From the Lecture Hall to the Food Office: Best Practice in Stunting Management and Food Safety Supervision in Pontianak City Nawawi Nawawi; Silveter Donata Melania; Meri Andani; Milanda Milanda; Veronika Jenita
International Journal of Research in Education Vol. 6 No. 2 (2026): Issued in July 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijre.v6i2.3980

Abstract

Higher education in the era of Industry 4.0 and Society 5.0 is expected to produce graduates who are competent, adaptive, and work-ready. The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) certified internship offers one pathway toward this goal, yet how such internships integrate with partner institutions’ real needs and what students actually gain still deserve closer documentation. This article describes and analyses the participation of Biology Education students of Universitas PGRI Pontianak in food security and food safety programmes at the Food, Agriculture and Fisheries Office (DPPP) of Pontianak City, covering the Diverse, Nutritious, Balanced and Safe Food (B2SA) programme for stunting prevention and fresh-food safety supervision. Using a descriptive qualitative case-study approach, data were collected over four months through participatory observation and documentation, then analysed following the Miles, Huberman and Saldaña interactive model. The findings show that students were actively involved in preparing and distributing B2SA food packages, delivering nutrition education, taking anthropometric measurements, conducting qualitative formalin and pesticide-residue tests on fresh produce, and supporting administrative tasks. Through these activities they built a contextual understanding of food, nutrition and food-safety issues while developing both technical and non-technical skills, and translated their experience into a community-based follow-up plan. The internship proved effective in connecting classroom theory with field practice and produced mutual benefits for the students and the partner institution, supporting its continuation with structured monitoring and evaluation.
Analisis Perbedaan Pemahaman Konsep Siswa Yang Diajar Menggunakan Model Project Based Learning Dan Think Pair Share Pada Materi Ekosistem Meri Andani; Handi Darmawan; Mustika Sari
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan model Project Based Learning (PjBL), pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan model Think Pair Share (TPS), serta perbedaan pemahaman konsep siswa antara kedua model pembelajaran pada materi ekosistem. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi experiment dan rancangan posttest-only control group design. Sampel penelitian terdiri atas 27 siswa kelas eksperimen yang diajar menggunakan model PjBL dan 25 siswa kelas kontrol yang diajar menggunakan model TPS. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pemahaman konsep berbentuk esai. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan model PjBL sebesar 78,58, sedangkan rata-rata pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan model TPS sebesar 75,34. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan model PjBL dan TPS. Nilai mean difference sebesar 3,252 menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan model PjBL lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar menggunakan model TPS. Dengan demikian, model Project Based Learning (PjBL) lebih efektif dibandingkan model Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Negeri 3 Sengah Temila.