Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah mendorong pergeseran orientasi budaya peserta didik sekolah dasar, sehingga internalisasi nilai-nilai budaya Jawa melalui etnopedagogi menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi strategi implementasi etnopedagogi Jawa melalui sintesis hasil penelitian terdahulu sebagai dasar penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sumber data diperoleh dari basis data Scopus dan Sinta (Sinta 1–4) terhadap artikel yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Melalui proses identifikasi, penapisan, uji kelayakan, dan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 50 artikel yang dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi etnopedagogi Jawa di sekolah dasar didominasi oleh tiga strategi utama, yaitu pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal, pembiasaan nilai budaya melalui hidden curriculum dan penggunaan unggah-ungguh bahasa Jawa, serta integrasi nilai budaya dalam pembelajaran kontekstual. Ketiga strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan literasi budaya, pembentukan karakter, dan penguatan identitas budaya peserta didik. Etnopedagogi Jawa merupakan pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan globalisasi melalui pembelajaran yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada pelestarian nilai budaya lokal. Penguatan implementasinya memerlukan inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta dukungan budaya sekolah agar nilai-nilai budaya Jawa dapat diinternalisasikan secara berkelanjutan pada peserta didik sekolah dasar.