Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelaksanaan Dapur Sehat (DASHAT) Dalam Upaya Pencegahan Stunting di DP2KBPMD Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Tahun 2026 Wanda Januar Astawan; Una Zaidah; Baiq Fathin Ayu Rakhmawati
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i4.1734

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan secara komprehensif karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Salah satu upaya percepatan penurunan stunting yang dikembangkan pemerintah adalah Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting melalui pelaksanaan Program DASHAT di DP2KBPMD Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan pemangku kepentingan, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pengolahan makanan bergizi berbasis pangan lokal, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Program DASHAT mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, dampak, dan upaya pencegahan stunting, meningkatkan keterampilan peserta dalam menyusun menu bergizi sesuai kebutuhan ibu dan anak, serta memperkuat peran kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga dalam memberikan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Tingginya partisipasi peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana pendukung, cakupan wilayah pelayanan, dan rendahnya pemahaman sebagian masyarakat, koordinasi lintas sektor dan pemberdayaan kader menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DUSUN DASAN LEKONG KAB. LOMBOK TENGAH Murtiana Ningsih; Dewi Rayani; Nurain Abdurrahman Ali; Kardi Kardi; Wanda Januar Astawan; Zona Angelica; Hairunisa Hairunisa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8851

Abstract

ABSTRACT Anemia during pregnancy, particularly iron deficiency anemia, remains a public health problem that has serious impacts on maternal and fetal conditions, especially in rural areas with limited access to nutritional information and low utilization of local food sources rich in iron, such as moringa leaves. This condition is also found in Dusun Dasan Lekong, Selebung Village, Batu Keliang District, West Nusa Tenggara Province, indicating the need for contextual and locally based educational efforts to improve pregnant women’s knowledge as a preventive measure against anemia. This study aimed to improve pregnant women’s knowledge about anemia and the utilization of moringa leaf pudding as an effort to prevent anemia. The method used was a quantitative pre experimental approach with a one group pretest posttest design involving 15 pregnant women, conducted on July 12, 2025. The intervention consisted of educational activities through lectures, banners, visual PowerPoint media, and a healthy kitchen class on making moringa leaf pudding. Pretest results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (86.7 percent) and a poor level of knowledge (6.7 percent). After the intervention, there was an increase in knowledge, with 93.3 percent of respondents categorized as having very good knowledge and no respondents remaining in the poor category. The mean score increased from 58.0 to 84.6 with a p value less than 0.01, indicating a very significant difference. This educational intervention was effective in improving pregnant women’s knowledge and is expected to serve as an effort to prevent anemia in the community. ABSTRAK Anemia pada kehamilan, khususnya anemia defisiensi besi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap kondisi ibu dan janin, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi gizi dan rendahnya pemanfaatan sumber pangan lokal kaya zat besi seperti daun kelor. Kondisi ini juga ditemukan di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batu Keliang, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga diperlukan upaya edukatif yang kontekstual dan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebagai langkah pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia serta pemanfaatan puding daun kelor sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest–posttest pada 15 ibu hamil yang dilaksanakan pada 12 Juli 2025. Intervensi berupa edukasi melalui ceramah, banner, media visual power point, serta kelas dapur sehat pembuatan puding daun kelor. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (86,7%) dan kurang baik (6,7%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 93,3% responden berada pada kategori sangat baik dan tidak ditemukan lagi kategori kurang baik. Rata-rata nilai meningkat dari 58,0 menjadi 84,6 dengan nilai p < 0,01, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Intervensi edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan anemia di masyarakat.