Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat melalui Penyuluhan Pencegahan Perkawinan Anak di Desa Kuranji Kabupaten Lombok Barat Farida Ariany; Iwan Desimal; Arif Sofyandi; Kardi Kardi
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i3.1615

Abstract

Perkawinan anak merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap pendidikan, kesehatan, perkembangan psikologis, serta masa depan anak. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai ketentuan hukum dan dampak perkawinan anak menjadi salah satu faktor yang mendorong masih terjadinya praktik tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum masyarakat mengenai pencegahan perkawinan anak di bawah umur di Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang yang terdiri atas remaja, orang tua, dan tokoh masyarakat. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, yang ditandai dengan meningkatnya persentase peserta berkategori pengetahuan tinggi dari 40% pada pre-test menjadi 80% pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai batas usia perkawinan sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, dampak perkawinan anak, serta upaya pencegahannya. Dengan demikian, penyuluhan hukum terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan dapat menjadi salah satu strategi preventif dalam menekan angka perkawinan anak di lingkungan masyarakat.
Hubungan Kebersihan Kandang Ternak Sapi dan Frekuensi Perawatan Rutin dengan Gangguan Pernapasan (ISPA) di Desa Kotaraja Kabupaten Lombok Timur Tahun 2025 Kardi Kardi; Farida Ariany; Iwan Desimal
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1639

Abstract

Gangguan pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami peternak akibat paparan debu organik, gas amonia, dan mikroorganisme yang berasal dari lingkungan kandang. Kebersihan kandang dan frekuensi perawatan rutin merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan kondisi kesehatan pernapasan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersihan kandang ternak sapi dan frekuensi perawatan rutin kandang dengan gangguan pernapasan pada peternak di Desa Kotaraja, Kabupaten Lombok Timur Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik. Populasi penelitian berjumlah 124 peternak sapi, dengan sampel sebanyak 56 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data kebersihan kandang diperoleh melalui observasi, frekuensi perawatan kandang diukur menggunakan kuesioner, dan gangguan pernapasan diidentifikasi berdasarkan gejala pernapasan yang dialami responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,7% kandang tergolong tidak bersih dan 28,6% peternak mengalami gangguan pernapasan. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebersihan kandang dan gangguan pernapasan (p<0,05). Peternak dengan kandang tidak bersih lebih banyak mengalami gangguan pernapasan dibandingkan peternak dengan kandang bersih. Sementara itu, frekuensi perawatan kandang tidak berhubungan secara signifikan dengan gangguan pernapasan (p=0,164). Disimpulkan bahwa kebersihan kandang berhubungan dengan gangguan pernapasan pada peternak, sedangkan frekuensi perawatan kandang tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Peningkatan sanitasi kandang perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan pada peternak.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DUSUN DASAN LEKONG KAB. LOMBOK TENGAH Murtiana Ningsih; Dewi Rayani; Nurain Abdurrahman Ali; Kardi Kardi; Wanda Januar Astawan; Zona Angelica; Hairunisa Hairunisa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8851

Abstract

ABSTRACT Anemia during pregnancy, particularly iron deficiency anemia, remains a public health problem that has serious impacts on maternal and fetal conditions, especially in rural areas with limited access to nutritional information and low utilization of local food sources rich in iron, such as moringa leaves. This condition is also found in Dusun Dasan Lekong, Selebung Village, Batu Keliang District, West Nusa Tenggara Province, indicating the need for contextual and locally based educational efforts to improve pregnant women’s knowledge as a preventive measure against anemia. This study aimed to improve pregnant women’s knowledge about anemia and the utilization of moringa leaf pudding as an effort to prevent anemia. The method used was a quantitative pre experimental approach with a one group pretest posttest design involving 15 pregnant women, conducted on July 12, 2025. The intervention consisted of educational activities through lectures, banners, visual PowerPoint media, and a healthy kitchen class on making moringa leaf pudding. Pretest results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (86.7 percent) and a poor level of knowledge (6.7 percent). After the intervention, there was an increase in knowledge, with 93.3 percent of respondents categorized as having very good knowledge and no respondents remaining in the poor category. The mean score increased from 58.0 to 84.6 with a p value less than 0.01, indicating a very significant difference. This educational intervention was effective in improving pregnant women’s knowledge and is expected to serve as an effort to prevent anemia in the community. ABSTRAK Anemia pada kehamilan, khususnya anemia defisiensi besi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap kondisi ibu dan janin, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi gizi dan rendahnya pemanfaatan sumber pangan lokal kaya zat besi seperti daun kelor. Kondisi ini juga ditemukan di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batu Keliang, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga diperlukan upaya edukatif yang kontekstual dan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebagai langkah pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia serta pemanfaatan puding daun kelor sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest–posttest pada 15 ibu hamil yang dilaksanakan pada 12 Juli 2025. Intervensi berupa edukasi melalui ceramah, banner, media visual power point, serta kelas dapur sehat pembuatan puding daun kelor. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (86,7%) dan kurang baik (6,7%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 93,3% responden berada pada kategori sangat baik dan tidak ditemukan lagi kategori kurang baik. Rata-rata nilai meningkat dari 58,0 menjadi 84,6 dengan nilai p < 0,01, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Intervensi edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan anemia di masyarakat.