Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan Asam Urat melalui Program SI-ASIK (Senam, Informasi Kesehatan dan Demonstrasi Minuman Sehat) di Dusun Pendem, Desa Mujur Murtiana Ningsih; Laila Mardiana; Nuraini Abdurrahman Ali; Arif Sofyandi; Lia Sahrun; Evi Mayani
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i4.1745

Abstract

Asam urat merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berpotensi menurunkan kualitas hidup apabila tidak dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, dan pengelolaan asam urat menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan asam urat melalui program SI-ASIK (Asam Urat dengan Olahraga dan Informasi Kesehatan) di Dusun Pendem, Desa Mujur, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juli 2025 dengan melibatkan 10 peserta. Metode yang digunakan meliputi senam bersama, penyuluhan kesehatan menggunakan media poster, demonstrasi pembuatan minuman sehat berbahan nanas, mentimun, dan jahe, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta (70%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, sedangkan setelah kegiatan jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 50%, kategori cukup 40%, dan kategori kurang menurun menjadi 10%. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan. Program SI-ASIK terbukti efektif sebagai media promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan asam urat serta berpotensi menjadi model edukasi berbasis masyarakat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di wilayah kerja puskesmas.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DUSUN DASAN LEKONG KAB. LOMBOK TENGAH Murtiana Ningsih; Dewi Rayani; Nurain Abdurrahman Ali; Kardi Kardi; Wanda Januar Astawan; Zona Angelica; Hairunisa Hairunisa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8851

Abstract

ABSTRACT Anemia during pregnancy, particularly iron deficiency anemia, remains a public health problem that has serious impacts on maternal and fetal conditions, especially in rural areas with limited access to nutritional information and low utilization of local food sources rich in iron, such as moringa leaves. This condition is also found in Dusun Dasan Lekong, Selebung Village, Batu Keliang District, West Nusa Tenggara Province, indicating the need for contextual and locally based educational efforts to improve pregnant women’s knowledge as a preventive measure against anemia. This study aimed to improve pregnant women’s knowledge about anemia and the utilization of moringa leaf pudding as an effort to prevent anemia. The method used was a quantitative pre experimental approach with a one group pretest posttest design involving 15 pregnant women, conducted on July 12, 2025. The intervention consisted of educational activities through lectures, banners, visual PowerPoint media, and a healthy kitchen class on making moringa leaf pudding. Pretest results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (86.7 percent) and a poor level of knowledge (6.7 percent). After the intervention, there was an increase in knowledge, with 93.3 percent of respondents categorized as having very good knowledge and no respondents remaining in the poor category. The mean score increased from 58.0 to 84.6 with a p value less than 0.01, indicating a very significant difference. This educational intervention was effective in improving pregnant women’s knowledge and is expected to serve as an effort to prevent anemia in the community. ABSTRAK Anemia pada kehamilan, khususnya anemia defisiensi besi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap kondisi ibu dan janin, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi gizi dan rendahnya pemanfaatan sumber pangan lokal kaya zat besi seperti daun kelor. Kondisi ini juga ditemukan di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batu Keliang, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga diperlukan upaya edukatif yang kontekstual dan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebagai langkah pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia serta pemanfaatan puding daun kelor sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest–posttest pada 15 ibu hamil yang dilaksanakan pada 12 Juli 2025. Intervensi berupa edukasi melalui ceramah, banner, media visual power point, serta kelas dapur sehat pembuatan puding daun kelor. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (86,7%) dan kurang baik (6,7%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 93,3% responden berada pada kategori sangat baik dan tidak ditemukan lagi kategori kurang baik. Rata-rata nilai meningkat dari 58,0 menjadi 84,6 dengan nilai p < 0,01, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Intervensi edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan anemia di masyarakat.
Hubungan antara Jumlah Anggota Keluarga Ibu Paritas Grandemultipara dengan Kejadian Stunting Pada Balita Nur Aini Abdurrahman Ali; Murtiana Ningsih; Iwan Desimal
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1439

Abstract

Stunting masih merupakan masalah utama di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kasus stunting tertinggi terdapat di Kabupaten Lombok Utara yaitu sebesar 35,3%. Salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Utara yang masih tinggi kasus stunting adalah di Kecamatan Tanjung. Penyebab stunting adalah karena jumlah asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh terutama dalam 1000 hari pertama pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Kerja Puskesmas Tanjung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain case control. Jumlah sampel sebanyak 64 yang terdiri dari 32 balita stunting dan 32 balita tidak stunting dari keluarga dengan ibu grandemultipara. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan SPSS. Hasil uji menunjukan bahwa terdapat hubungan antara jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p value=0,001 dan nilai OR=21,211.
Hubungan antara Jumlah Anggota Keluarga Ibu Paritas Grandemultipara dengan Kejadian Stunting Pada Balita Nur Aini Abdurrahman Ali; Murtiana Ningsih; Iwan Desimal
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1439

Abstract

Stunting masih merupakan masalah utama di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kasus stunting tertinggi terdapat di Kabupaten Lombok Utara yaitu sebesar 35,3%. Salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Utara yang masih tinggi kasus stunting adalah di Kecamatan Tanjung. Penyebab stunting adalah karena jumlah asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh terutama dalam 1000 hari pertama pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Kerja Puskesmas Tanjung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain case control. Jumlah sampel sebanyak 64 yang terdiri dari 32 balita stunting dan 32 balita tidak stunting dari keluarga dengan ibu grandemultipara. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan SPSS. Hasil uji menunjukan bahwa terdapat hubungan antara jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p value=0,001 dan nilai OR=21,211.