Risnadia
Universitas Malikussaleh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Negeri 4 Dewantara Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Risnadia; Hayatun Nufus; Yulia Zahara; Mutia Fonna; Fitri Ayuningtiyas
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.26638

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik dalam pembelajaran matematika, terutama pada implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna dan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP Negeri 4 Dewantara pada implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 4 Dewantara dengan fokus pada materi aljabar. Instrumen tes disusun berdasarkan indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis, observasi, dan wawancara Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berada pada kategori tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan kemampuan tinggi mampu memenuhi keempat indikator pemecahan masalah secara lengkap. Siswa dengan kemampuan sedang mampu memahami masalah dan melaksanakan penyelesaian, akan tetapi belum konsisten dalam melakukan pemeriksaan kembali. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah hanya mampu memenuhi indikator memahami masalah dan merencanakan penyelesaian secara terbatas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan pemecahan masalah, masih diperlukan pembiasaan dan pendampingan agar siswa mampu menjalankan seluruh tahapan pemecahan masalah secara optimal.