Solechan Solechan
Program Studi S1 Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN DISNAKERTRANS DALAM MENJAMIN KEPASTIAN HUKUM ATAS HAK-HAK PEKERJA PADA PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWT) Siti Romadhani Marlina; Sonhaji Sonhaji; Solechan Solechan
Diponegoro Law Journal Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dlj.2026.56620

Abstract

Penggunaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) oleh perusahaan menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat. Penerapan sistem kerja tersebut kerap dinilai lebih menguntungkan bagi pengusaha dan berpotensi mengabaikan pemenuhan hak-hak normatif pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Jawa Tengah dalam menjamin kepastian hukum serta perlindungan hak-hak pekerja terkait pelanggaran batas waktu PKWT. Penelitian ini menerapkan pendekatan yuridis empiris dengan metode analisis kualitatif. Data penelitian diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap pengaturan PKWT dalam Undang-Undang Cipta Kerja khususnya dalam aspek pengawasan terhadap perusahaan yang mempekerjakan pekerja PKWT melebihi jangka waktu maksimal yang ditetapkan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kinerja pengawasan Dinas Ketenagakerjaan, perbaikan pengaturan mengenai hak dan kewajiban pengawas ketenagakerjaan serta penegasan sanksi hukum bagi perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan Undang-Undang Cipta Kerja.
PERANAN SERIKAT PEKERJA DAN PROSES PELAKSANAAN PERADILAN DALAM MENYELESAIKAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Susilo Hadi Nugroho; Sonhaji Sonhaji; Solechan Solechan
Diponegoro Law Journal Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dlj.2026.50388

Abstract

Ketidakharmonisan pengusaha dan pekerja dapat menimbulkan perselisihan hubungan industrial. Perselisihan hubungan industrial merupakan perbedaan pendapat antara pengusaha dengan pekerja yang dapat menimbulkan perselisihan mengenai hak, kepentingan, pemutusan hubungan kerja, atau perselisihan antar serikat pekerja dalam satu perusahaan. Dengan ini diperlukan peranan aktif dari serikat pekerja dan mekanisme pelaksanaan peradilan yang adil dan efektif. Pekerja memperoleh kepastian hukum melalui UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja untuk dapat berkumpul dan berorganisasi. Dalam kedudukannya sebagai warga negara, pekerja memiliki kedudukan yang sama dihadapan hukum untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak, hak mengeluarkan pendapat, dan hak untuk berserikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan serikat pekerja dan memahami prosedur pelaksanaan peradilan dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Analisis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara terhadap federasi serikat pekerja dan studi kepustakaan melalui buku-buku, jurnal-jurnal, dan peraturan perundang-undangan terkait. Hasil penelitian menujukkan bahwa serikat pekerja berperan dalam negosiasi pembuatan Perjanjian Kerja Bersama, inisiator dalam pembentukan koperasi pekerja, koordinator gerakan mogok kerja yang resmi, dan sebagai kuasa hukum pekerja dalam menyelesaikan perselisihan. Mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial diatur oleh UU No. 2 Tahun 2004 yang mengharuskan penyelesaian dilakukan secara bipartit terlebih dahulu, jika gagal dapat dilanjutkan secara tripartit (mediasi, konsiliasi, atau arbitrase), dan secara litigasi di PHI hingga kasasi di Mahkamah Agung.
PENGATURAN KEGIATAN PENELITIAN DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA KHUSUS DI LINGKUNGAN PTN BH (PENDIDIKAN TINGGI NEGERI BERBADAN HUKUM) Al Jailaniy Jusuf Diastama; Solechan Solechan; Kadek Cahya Susilla Wibawa
Diponegoro Law Journal Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dlj.2025.49033

Abstract

Pengadaan Barang dan Jasa dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan pribadi maupun kebutuhan orang banyak. Penyelenggaraan pada kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa dilakukan baik secara umum maupun khusus. Penelitian merupakan salah satu kategori pengadaan khusus dengan melihat kondisi dan situasi tertentu. Penelitian dilakukan dengan mengikuti waktu dan tempat dengan meninjau situasi dan kondisi tertentu khususnya pada lingkungan PTN BH. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yang bersifat normatif. Data yang digunakan dengan data kualitatif, dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan studi kasus dan  pendekatan perbandingan. Rumusan masalah yang dipaparkan pada penelitian, yaitu, pengaturan kegiatan penelitian di lingkungan PTN BH Pengadaan Barang dan Jasa Khusus. Dan potensi penelitian di lingkungan PTN BH dalam Pengadaan Barang dan Jasa  Khusus? (Studi kasus di Universitas Diponegoro) Dari rumusan masalah yang dipaparkan, bahwasanya penelitian ini mengenai pemahaman pengaturan pada penelitian di lingkungan PTN BH dalam pengadaan barang dan jasa khusus, serta memahami potensi penelitian di lingkungan PTN BH dalam pengadaan barang dan jasa khusus. Hasil pada penelitian ini menjelaskan bahwa perlu dilakukan sosialisasi dan amandemen pada peraturan, khususnya pada peraturan pengadaan barang dan jasa khusus tentang penelitian dan penelitian yang dilaksanakan pada PTN BH, khususnya di Undip masih menggunakan penelitian secara penyeleksian dan berpotensi menggunakan penelitian secara penunjukan