Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Student Well Being di Sekolah Dasar: Studi Kasus SDN 1 Ncera Bima Purwanto, Dedi; Ahmadin, Ahmadin
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i1.4132

Abstract

Penelitian ini menjadi penting karena student well-being memiliki hubungan yang erat dengan kualitas pendidikan secara holistik. Kesejahteraan siswa yang baik dapat mendorong peningkatan prestasi belajar, pengembangan karakter positif, serta kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan di jenjang selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi student well-being di sekolah dasar melalui studi kasus di SDN 1 Ncera Bima. Student well-being merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan akademik maupun non-akademik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi student well-being di SDN 1 Ncera Bima dilakukan melalui beberapa aspek, yaitu: (1) penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, (2) penguatan hubungan positif antara guru dan siswa, (3) penerapan pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada siswa, serta (4) dukungan terhadap kesehatan mental dan emosional siswa. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan pemahaman guru tentang konsep student well-being dan minimnya fasilitas pendukung. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi guru serta dukungan kebijakan sekolah untuk mengoptimalkan implementasi student well-being. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi student well-being memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan siswa di sekolah dasar. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kapasitas guru, pengembangan program berbasis kesejahteraan siswa, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS DI SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA Zulkifli; muhammad; Dedi Purwanto; Didit Haryadi
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jundikma.v5i1.112

Abstract

Kemampuan dalam mengelola dan melaksanakan manajemen kelas yang baik merupakan upaya penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang berhubungan dengan proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu, manajemen kelas yang efektif sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini, guru memiliki peran kunci yang menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Guru perlu terus menerus memastikan dan menciptakan suasana yang kondusif dan efektif di dalam kelas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan objek penelitian di SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA . Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru telah merancang dan mengelola proses pembelajaran dengan baik, yang meliputi: (a) Perencanaan manajemen kelas yang melibatkan penyusunan silabus dan RPP(b) Pelaksanaan manajemen kelas yang mencakup tindakan mengatasi hambatan dalam proses manajemen kelas serta menciptakan iklim atau suasana kelas yang mendukung; (c) Aktivitas penutup pembelajaran berupa evaluasi yang diberikan kepada siswa secara lisan dan tulisan; (d) Efektivitas pembelajaran yang diukur dari kemampuan guru mengelola kelas, ketuntasan belajar, aktivitas belajar siswa, dan respon positif siswa terhadap pembelajaran, faktor-faktor pendukung dalam implementasi manajemen kelas untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran siswa kelas 3 SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA yang telah dipaparkan diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana dan solusi bagi guru untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan manajemen kelas di SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA.
Pengembangan E-Book Mpa.a sama Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Student Well Being Siswa Sekolah Dasar Dedi Purwanto; Anwar Anwar; Ahmadin Ahmadin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i4.5416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Book Mpa.a Sama berbasis deep learning sebagai bahan ajar digital yang mengintegrasikan kearifan lokal untuk meningkatkan student well-being siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian melibatkan 30 siswa dengan teknik Purposive Sampling SDN Ncera, guru, kepala sekolah, serta ahli materi, bahasa, dan media. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, angket respons guru dan siswa, tes pretest-posttest, serta skala student well-being, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Book Mpa.a Sama dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli materi (95%), ahli bahasa (95,7%), dan ahli media (92,5%). Hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata 71,33 (pretest) menjadi 82,33 (posttest), sedangkan respons guru berada pada kategori baik (rata-rata 3,20). Skala student well-being menunjukkan kategori sangat sesuai (rata-rata 3,27), dengan aspek emosional memperoleh skor tertinggi (4,00) dan aspek fisik memperoleh skor terendah (2,00). Temuan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi digital, kearifan lokal, dan prinsip mindful, meaningful, serta joyful learning mampu meningkatkan keterlibatan, interaksi sosial, dan kenyamanan belajar siswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan subjek pada jenjang dan lokasi yang lebih beragam, menguji efektivitas produk melalui desain eksperimen dengan kelompok kontrol, serta mengembangkan strategi pendukung yang secara khusus menyasar aspek kesejahteraan fisik siswa agar dampak E-Book Mpa.a Sama terhadap student well-being dapat lebih optimal dan menyeluruh.