Muhammad Aidil Akbar
Politeknik Negeri Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Penggunaan Alat Pencampur Bumbu Kerupuk pada UMKM Rumah Lele Athallah (RULE) Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Husnawati Husnawati; Muhammad Agus Triawan; Bagus Ananta Hidayatullah; Faris Humam; Ali Firdaus; Muhammad Aidil Akbar
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/w6benh06

Abstract

UMKM Rumah Lele Athallah (RULE) merupakan usaha pengolahan hasil perikanan yang memproduksi kerupuk dengan konsep zero waste. Salah satu permasalahan utama dalam proses produksi adalah pencampuran bumbu yang masih dilakukan secara manual, yang sering menghasilkan distribusi bumbu yang kurang merata. Pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan, dan mengevaluasi alat pencampur bumbu berbasis teknologi tepat guna, meningkatkan efisiensi proses produksi dan keseragaman mutu produk. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, perancangan alat, perakitan komponen, pengujian kinerja, implementasi pada proses produksi, serta pelatihan operator. Alat yang dikembangkan memiliki kapasitas 0,5–3 kg per proses, menggunakan tabung berbahan stainless steel, pengaduk horizontal dengan sudut 35°, motor DC 12V/10A, serta sistem kendali berbasis ESP32–BTS7960 yang dilengkapi pengaturan waktu dan kecepatan putaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio 5:1 atau 500 g kerupuk dan 100 g bumbu menghasilkan campuran yang lebih merata sesuai standar mitra. Waktu pencampuran optimal diperoleh selama 1 menit pada kecepatan 255 PWM, sehingga berpotensi menghemat waktu proses sekitar 66% dibandingkan metode manual. Selain itu, Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan alat pencampur bumbu berbasis teknologi tepat guna dapat meningkatkan efisiensi waktu, keseragaman hasil pencampuran, dan mendukung peningkatan kapasitas produksi UMKM.