Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Blockchain pada Transaksi Jual Beli dan Kepemilikan Tanah di Indonesia Muhammad Agus Triawan; Faris Humam; Husnawati
JUPITER (Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Komputer) Vol 14 No 2-c (2022): Jupiter Edisi Oktober 2022
Publisher : Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281./5209/5.jupiter.2022.10

Abstract

Blockchain bisa dianggap sebagai sistem pencatatan atau database yang tersebar luas ke jaringan yang terhubung (distributed ledger). Semua anggota di dalam jaringan tersebut akan memiliki akses yang sama, data yang sama, serta mengetahui semua aktifitas resmi yang dilakukan anggota jaringan tersebut. Sehingga jika dihubungkan dengan aktivitas jual beli dan pencatatan kepemilikan tanah, akan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan antara anggota jaringan atau dalam hal ini para pemilik tanah dan juga warga yang ingin membeli tanah. Dengan menggunakan sistem blockchain kecurangan-kecurangan yang sering mengakibatkan sengketa tanah tentunya dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Karena dalam sistem blockchain data yang tercatat juga akan di hash atau dilakukan proses kriptografi sehingga data tersebut berbentuk kode yang akan berubah jika ada perubahan data di dalamnya sekecil apapun. Dengan diterapkannya sistem blockchain ini akan juga dapat menghemat biaya regulasi sehingga prosesnya lebih cepat dan murah jika dibandingkan dengan sistem lama (tanpa blockchain).
Pendampingan Penerapan Alat Pemantauan Kualitas Air Kolam Ikhtioterapi Berbasis Mikrokontroler di Rule Athallah Palembang Franklin Khobir; Muhammad Agus Triawan; Arif Prambayun; Yulian Mirza; M. Aldi Qurahman Syahni
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/cpv37p08

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Rumah Lele Athallah, yang menyediakan layanan iktioterapi menggunakan ikan Nilem sebagai media terapi. Permasalahan utama mitra adalah pemantauan kualitas air kolam yang masih dilakukan secara visual tanpa alat ukur (berdasarkan pengamatan langsung), sehingga sulit mengetahui suhu dan tingkat kekeruhan ideal bagi ikan terapi. Kondisi ini meningkatkan risiko kematian ikan dan menurunkan efektivitas terapi. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan alat pemantauan kualitas air kolam berbasis mikrokontroler ESP32 dengan sensor suhu DS18B20, sensor turbidity, serta menampilkan hasil pembacaannya secara real-time melalui modul LCD. Metode pelaksanaan meliputi survei, perancangan alat, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan serah terima. Hasil menunjukkan alat berfungsi baik dalam membaca suhu dan kekeruhan air serta mudah dioperasikan oleh mitra. Implementasi alat ini diharapkan meningkatkan efisiensi pemantauan kualitas air dan mendukung keberlanjutan usaha iktioterapi secara mandiri, serta berpotensi dikembangkan untuk aplikasi pemantauan air di bidang perikanan dan lingkungan lainnya
PEMANTAUAN KEKERUHAN DAN SUHU AIR KOLAM IKTIOTERAPI BERBASIS MIKROKONTROLER PADA MITRA RULE ATHALLAH BANYUASIN Franklin Khobir; Muhammad Agus Triawan; Arif Prambayun; Yulian Mirza; M. Aidil Fikka S
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 11 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v11i1.6900

Abstract

Water quality in fish farming plays an essential role in maintaining the health and survival of the fish. The same applies to ichthyotherapy ponds, where water quality not only affects the survival of therapy fish but also influences the effectiveness of the therapy for users. This study analyzes real-time variations in water turbidity and temperature as physical parameters using a microcontroller-based monitoring system implemented at Rule Athallah, Banyuasin. The turbidity and temperature sensor data from ichthyotherapy pool water sample were continuously collected every 0.6-second intervals for approximately 4.57 hours. The turbidity sensor recorded a value of 0.0 NTU, indicating that the ichthyotherapy pond water was relatively clear with minimal suspended particles during the observation period. This NTU value remains within the optimal range for ichthyotherapy activities. Meanwhile, the water temperature remained stable, ranging between approximately 23.9°C and 24.2°C. These findings suggest that the developed system can serve as a reliable tool for automatic and measurable monitoring of ichthyotherapy pond water quality.
Pendampingan Penggunaan Alat Pencampur Bumbu Kerupuk pada UMKM Rumah Lele Athallah (RULE) Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Husnawati Husnawati; Muhammad Agus Triawan; Bagus Ananta Hidayatullah; Faris Humam; Ali Firdaus; Muhammad Aidil Akbar
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/w6benh06

Abstract

UMKM Rumah Lele Athallah (RULE) merupakan usaha pengolahan hasil perikanan yang memproduksi kerupuk dengan konsep zero waste. Salah satu permasalahan utama dalam proses produksi adalah pencampuran bumbu yang masih dilakukan secara manual, yang sering menghasilkan distribusi bumbu yang kurang merata. Pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan, dan mengevaluasi alat pencampur bumbu berbasis teknologi tepat guna, meningkatkan efisiensi proses produksi dan keseragaman mutu produk. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, perancangan alat, perakitan komponen, pengujian kinerja, implementasi pada proses produksi, serta pelatihan operator. Alat yang dikembangkan memiliki kapasitas 0,5–3 kg per proses, menggunakan tabung berbahan stainless steel, pengaduk horizontal dengan sudut 35°, motor DC 12V/10A, serta sistem kendali berbasis ESP32–BTS7960 yang dilengkapi pengaturan waktu dan kecepatan putaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio 5:1 atau 500 g kerupuk dan 100 g bumbu menghasilkan campuran yang lebih merata sesuai standar mitra. Waktu pencampuran optimal diperoleh selama 1 menit pada kecepatan 255 PWM, sehingga berpotensi menghemat waktu proses sekitar 66% dibandingkan metode manual. Selain itu, Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan alat pencampur bumbu berbasis teknologi tepat guna dapat meningkatkan efisiensi waktu, keseragaman hasil pencampuran, dan mendukung peningkatan kapasitas produksi UMKM.
Benchmark Load Testing Multi Skenario Aplikasi SiPADUKA V2 pada Shared Hosting Muhammad Agus Triawan; Husnawati; Ahmad Bahri Joni M; Ridho Rahmatullah; Bagus Ananta Hidayatullah; Mohd. Ginar Risky
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (JUPTIK) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIAKSI (JUPTIK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/juptik.v4i1.4270

Abstract

Public service Web applications require adequate performance to ensure stable access when handling user load. SiPADUKA V2, an Information System for Reporting Child Abuse, was developed using native PHP MVC, MySQL PDO, Bootstrap, and JavaScript, and deployed on cPanel-based shared hosting. This study aims to establish the baseline performance of SiPADUKA V2 through an empirical benchmark using the load testing (LT) method. The testing was conducted using Apache JMeter 5.6.3 across four scenarios, namely LT1, LT2, LT3, and LT4, with 5, 10, 25, and 50 virtual users, respectively. The test plan consisted of three Thread Groups representing public pages, user pages after login, and admin pages after login. The analyzed metrics included Total Requests/Samples, Average Response Time, Throughput, and Error Rate. The results show that the total number of requests increased from 857 requests in LT1 to 5,180 requests in LT4, while throughput increased from 4.80 req/s to 27.68 req/s. The average response time was recorded at 383.94 ms in LT1, 342.40 ms in LT2, 289.72 ms in LT3, and increased to 589.72 ms in LT4. The error rate was 0.12% in LT1, 0% in LT2 and LT3, and increased to 4.05% in LT4. These findings indicate that SiPADUKA V2 remained relatively stable up to 25 virtual users but began to experience performance pressure at 50 virtual users.