Heni Mustika Rini
Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Kesehatan Jiwa Berbasis Komunitas Melalui Pemberdayaan Pengelola Rumah Singgah dalam Meningkatkan Kemampuan Pengendalian Emosi dan Interaksi Sosial Penghuni di Rumah Singgah Al-Hidayah Mojokerto Hanim Nur Faizah; Lukman Hakim; Mei Widyawati; Andini Vina Azzahra; Farisa Lutfiana; Faysa Ayu Arnindhita; Feri Bayu Saputra; Fina Diana; Fitto Alfian Akbar; Heni Mustika Rini; Melinda Dwi Renitasar; Moch. Bima Dwi Novi Andre; Muhamad Alif Maulana Raihan; Nur Fa’uziah Faridatun Ni’mah; Riska Wiriatama Putri; Rut Niken Widari; Sabila Karimatun Nisa; Saniya Nabila; Selviana Dewi Anggraeni; Septia Wulandari
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/z3vfys86

Abstract

Gangguan kesehatan jiwa masih menjadi permasalahan yang memerlukan dukungan berkelanjutan dari lingkungan sosial dan komunitas. Rumah singgah sebagai layanan berbasis masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung proses pemulihan penghuni dengan masalah kesehatan jiwa melalui pendekatan psikososial dan pendampingan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola Rumah Singgah Al-Hidayah Mojokerto dalam melakukan pendampingan kesehatan jiwa berbasis komunitas serta meningkatkan kemampuan penghuni dalam mengendalikan emosi dan berinteraksi sosial. Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2026 dengan melibatkan dua penghuni rumah singgah yang mengalami gangguan pengendalian emosi dan kecenderungan waham curiga serta lima pengelola rumah singgah sebagai mitra pendamping. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, edukasi kesehatan jiwa, pelatihan komunikasi terapeutik dasar, pendampingan aktivitas harian, latihan relaksasi napas dalam, orientasi realita, kegiatan spiritual, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pengelola rumah singgah dalam melakukan pendampingan dasar kesehatan jiwa. Sebanyak 80% pengelola mampu menjelaskan kembali teknik komunikasi terapeutik sederhana dan 100% pengelola mampu mempraktikkan teknik relaksasi napas dalam. Selain itu, seluruh penghuni mampu mengikuti kegiatan harian secara lebih terstruktur, menunjukkan peningkatan interaksi sosial, serta mampu mempraktikkan teknik pengendalian emosi secara mandiri. Program juga meningkatkan kepedulian lingkungan sosial terhadap kesehatan jiwa dan membantu menciptakan suasana rumah singgah yang lebih suportif. Program pendampingan kesehatan jiwa berbasis komunitas melalui pemberdayaan pengelola rumah singgah terbukti dapat menjadi alternatif pendekatan dalam mendukung proses pemulihan penghuni dengan masalah kesehatan jiwa secara berkelanjutan.