Elvira Safidni
Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Smoking Behavior And Respiratory Health Disorders Yona Sahalessy; Elvira Safidni; Andi Ernawati Manuntungi; Rahmat Pannyiwi; Ayu Sunarti. S
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1113

Abstract

Smoking is a major risk factor for respiratory health problems. The harmful substances in cigarettes, such as nicotine, tar, and carbon monoxide, can cause respiratory tract irritation, decreased lung function, and increased the risk of chronic respiratory diseases. This study aims to determine the relationship between smoking behavior and respiratory health problems. The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 100 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a smoking behavior questionnaire and a respiratory complaints questionnaire. Data analysis was performed using the Chi- Square test. The results showed a significant relationship between smoking behavior and respiratory health problems (p < 0.05). It was concluded that smoking behavior is closely related to an increased risk of respiratory health problems.
Pendampingan Keluarga Melalui Komunikasi Terapeutik Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Rahmat Pannyiwi; Elvira Safidni; Andi Ernawati Manuntungi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) memerlukan pelayanan kesehatan yang komprehensif, tidak hanya melalui terapi medis tetapi juga dukungan keluarga yang berkelanjutan. Keluarga merupakan sistem pendukung utama yang berperan dalam proses perawatan, rehabilitasi, pencegahan kekambuhan, serta peningkatan kualitas hidup ODGJ. Namun demikian, masih banyak keluarga yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif dengan ODGJ akibat kurangnya pengetahuan mengenai komunikasi terapeutik, sehingga interaksi yang kurang tepat dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien dan menghambat proses pemulihan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan keluarga melalui edukasi dan pelatihan komunikasi terapeutik sebagai bagian dari pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menerapkan komunikasi terapeutik sebagai bentuk pendampingan yang mendukung peningkatan kualitas hidup Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2026 di wilayah kerja salah satu puskesmas dengan melibatkan 35 keluarga yang memiliki anggota keluarga ODGJ. Kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan jiwa, pelatihan komunikasi terapeutik, simulasi komunikasi, diskusi kelompok, konseling keluarga, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi keterampilan, dan kuesioner kepuasan peserta. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 62,4 sebelum intervensi menjadi 91,3 setelah kegiatan. Sebanyak 94,3% peserta mampu menerapkan prinsip komunikasi terapeutik, 91,4% memahami tanda-tanda kekambuhan, 88,6% mampu memberikan dukungan psikososial secara tepat, dan 97,1% peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Pendampingan keluarga melalui komunikasi terapeutik meningkatkan kepercayaan diri keluarga dalam mendampingi ODGJ selama proses pemulihan. Pendampingan keluarga melalui komunikasi terapeutik efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan keluarga dalam mendukung proses pemulihan ODGJ. Program ini berpotensi menjadi model intervensi promotif dan preventif berbasis keperawatan komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup ODGJ dan memperkuat peran keluarga dalam pelayanan kesehatan jiwa. Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Keluarga, Kesehatan Jiwa, ODGJ, Pemberdayaan Masyarakat.