Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kritik Sastra Objektif Pada Puisi Hujan Bulan Juni Henry Wintoro Lubis
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8805

Abstract

This study aims to analyze the poem “Hujan Bulan Juni” by Sapardi Djoko Damono using an objective literary criticism approach. This approach views literary works as autonomous structures whose meanings can be understood through intrinsic elements without considering the author’s background or readers’ responses. The research employs a qualitative descriptive method, with data collected through library research and close reading of the poem. Data analysis focuses on intrinsic elements, including theme, diction, imagery, figurative language, and poetic structure. The findings reveal that “Hujan Bulan Juni” constructs its meaning through the coherence of its intrinsic elements. The theme of sincerity and patience is implicitly conveyed through symbolic diction, personification, and consistent natural imagery. Therefore, this study demonstrates that the poem’s meaning can be objectively interpreted through textual analysis, confirming the relevance of objective literary criticism in the study of Indonesian poetry.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA FONOLOGI DALAM WACANA LISAN INFORMAL MASYARAKAT MEDAN DENAI PADA KOMUNIKASI SEHARI HARI Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Try Sipayung; Lentauly Aritonang; Helena Hutabarat; Henry Wintoro Lubis
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.13584

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesalahan fonologi dalam percakapan sehari-hari masyarakat Medan Denai. Tujuannya adalah untuk mengetahui jenis, frekuensi, dan faktor penyebab kesalahan fonologi yang terjadi dalam wacana lisan informal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data dari 30 narasumber di Kecamatan Medan Denai yang berasal dari berbagai latar belakang bahasa daerah seperti Melayu, Batak, Minang, dan Jawa. Data diperoleh melalui observasi, penyimakan, dan rekaman percakapan informal dalam berbagai situasi seperti di lingkungan keluarga, pergaulan, warung, dan pasar. Hasil penelitian menemukan 18 data kesalahan fonologi yang terdiri dari empat jenis utama: penggantian fonem seperti "lain" menjadi "laen" dan "pergi" menjadi "pigi", penghilangan fonem seperti "saja" menjadi "aja" dan "sudah" menjadi "udah", kontraksi kata seperti "bagaimana" menjadi "kek mana" atau "gausah", serta penggunaan kosakata dialek seperti "bah", "kali", "awak", "tengok", dan "lasak". Faktor utama penyebab kesalahan fonologi adalah pengaruh dialek Melayu Deli sebagai lingua franca di Kota Medan, interferensi bahasa daerah penutur, dan kebiasaan menyederhanakan ucapan demi efisiensi dalam percakapan informal. Penelitian ini bermanfaat untuk memahami variasi dialek Medan dan interferensi bahasa daerah dalam penggunaan bahasa Indonesia, serta dapat menjadi referensi untuk pendidikan bahasa Indonesia yang lebih efektif dalam mengoreksi kesalahan fonologis yang disebabkan oleh pengaruh dialek daerah.