Try Sipayung
Universita HKBP Nommensen Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA FONOLOGI DALAM WACANA LISAN INFORMAL MASYARAKAT MEDAN DENAI PADA KOMUNIKASI SEHARI HARI Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Try Sipayung; Lentauly Aritonang; Helena Hutabarat; Henry Wintoro Lubis
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.13584

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesalahan fonologi dalam percakapan sehari-hari masyarakat Medan Denai. Tujuannya adalah untuk mengetahui jenis, frekuensi, dan faktor penyebab kesalahan fonologi yang terjadi dalam wacana lisan informal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data dari 30 narasumber di Kecamatan Medan Denai yang berasal dari berbagai latar belakang bahasa daerah seperti Melayu, Batak, Minang, dan Jawa. Data diperoleh melalui observasi, penyimakan, dan rekaman percakapan informal dalam berbagai situasi seperti di lingkungan keluarga, pergaulan, warung, dan pasar. Hasil penelitian menemukan 18 data kesalahan fonologi yang terdiri dari empat jenis utama: penggantian fonem seperti "lain" menjadi "laen" dan "pergi" menjadi "pigi", penghilangan fonem seperti "saja" menjadi "aja" dan "sudah" menjadi "udah", kontraksi kata seperti "bagaimana" menjadi "kek mana" atau "gausah", serta penggunaan kosakata dialek seperti "bah", "kali", "awak", "tengok", dan "lasak". Faktor utama penyebab kesalahan fonologi adalah pengaruh dialek Melayu Deli sebagai lingua franca di Kota Medan, interferensi bahasa daerah penutur, dan kebiasaan menyederhanakan ucapan demi efisiensi dalam percakapan informal. Penelitian ini bermanfaat untuk memahami variasi dialek Medan dan interferensi bahasa daerah dalam penggunaan bahasa Indonesia, serta dapat menjadi referensi untuk pendidikan bahasa Indonesia yang lebih efektif dalam mengoreksi kesalahan fonologis yang disebabkan oleh pengaruh dialek daerah.