Sunarto Sunarto
Department of Midwifery, Poltekkes Kemenkes Surabaya, Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Gizi, Pelatihan, Praktik, dan Pendampingan untuk Meningkatkan Kapasitas Kader Kesehatan dan Guru PAUD dalam Perintisan Desa Bebas Stunting di Desa Sukowidi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur Suparji Suparji; Heru Santoso Wahito Nugroho; Sunarto Sunarto; Teta Puji Rahayu; Alfi Rusdianti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3083

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas sumber daya lokal. Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan masih memiliki balita stunting. Dari 195 balita yang ada di Desa Sukowidi, tercatat 16(8,2%) balita mengalami stunting, sehingga diperlukan intervensi melalui edukasi gizi dan pemberdayaan masyarakat untuk mencegah peningkatan kasus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta guru PAUD melalui edukasi gizi sebagai langkah perintisan Desa Bebas Stunting. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pelatihan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada 18–19 Mei 2026 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas kader kesehatan, guru PAUD, TP PKK, dan unsur pemerintahan desa. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, serta penilaian keterampilan praktik. Penilaian keterampilan menggunakan lembar observasi dengan kategori: sangat baik (86–100), baik (76–85), cukup (60–75), dan kurang (<60). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 78,67 menjadi 91,67 setelah pelatihan. Nilai rata-rata keterampilan praktik pengukuran antropometri sebesar 80,00, penyusunan menu gizi balita 80,77, dan pelaksanaan edukasi kesehatan 86,20. Selain itu, terbentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa beserta program kerja dan rencana aksi sebagai bentuk keberlanjutan program. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan guru PAUD serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya Desa Sukowidi sebagai Desa Bebas Stunting.