Yelly Andriani Barlian
Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Literasi Digital, Evaluasi Informasi, dan Komunikasi Visual Melalui Workshop Berbasis Komunitas pada Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat Yelly Andriani Barlian; Siti Desintha; Ira Wirasari; Sri Nurbani; Sri Soedewi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3092

Abstract

Peningkatan akses terhadap teknologi digital belum selalu diikuti kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi, serta memverifikasi informasi secara kritis. Berdasarkan observasi awal terhadap aktivitas Komunitas Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat, peserta telah aktif menggunakan media sosial sebagai sumber informasi dan sarana komunikasi komunitas, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memeriksa kebenaran informasi, membedakan fakta dan opini, serta memahami konteks pesan visual sebelum informasi dibagikan kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital, khususnya pada komunitas berbasis pendidikan informal yang aktif membangun budaya belajar masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop literasi digital pada Komunitas Tapak Maca dengan tujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami informasi digital secara kritis, mengevaluasi pesan visual, serta mendorong kreativitas peserta dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana edukatif. Metode yang digunakan berupa workshop partisipatif dengan evaluasi pre-test dan post-test terhadap sepuluh indikator perilaku literasi digital. Kegiatan workshop meliputi diskusi tantangan informasi digital, simulasi evaluasi konten, pengenalan komunikasi visual, serta latihan menggunakan kerangka M.A.C.A. yaitu Mengamati, Ajukan Pertanyaan, Cek Konteks, dan Aksi Kreatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 4,09 menjadi 4,44 atau meningkat sebesar 8,46%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator kemampuan membedakan fakta dan opini sebesar 23,34% serta kecenderungan untuk tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi sebesar 22,73%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis literasi digital dan komunikasi visual mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan media digital secara lebih kritis dan bertanggung jawab. Manfaat kegiatan bagi komunitas terlihat melalui meningkatnya kesadaran peserta untuk memeriksa sumber informasi, membaca konteks visual secara lebih cermat, serta meningkatnya minat memanfaatkan media digital sebagai ruang produksi konten edukatif berbasis komunitas.
Pelatihan Literasi Digital Berbasis Analisis Visual Dan Bahasa Bagi Komunitas Tapak Maca Sri Nurbani; Sri Soedewi; Ira Wirasari; Yelly Andriani Barlian; Siti Deshinta
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3100

Abstract

Tantangan nyata dari ledakan informasi digital di era pascakebenaran (post-truth) adalah maraknya misinformasi, disinformasi, malinformasi, dan manipulasi konten visual maupun verbal. Komunitas Tapak Maca sebagai komunitas pegiat literasi dan budaya di Kota Bandung mengalami kerentanan terhadap konten negatif di media digital, namun belum memiliki bekal kecakapan kritis dalam membaca dan menganalisis pesan-pesan digital secara holistik. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital anggota komunitas melalui pelatihan membaca media digital dengan cerdas berbasis analisis visual (visual culture) dan bahasa (linguistik). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui empat sesi pelatihan yang mencakup dasar literasi digital dan disinformasi, analisis visual dan etika konten, linguistik kritis dan wacana digital, serta praktik membaca media digital secara terpadu. Sebanyak 20 anggota komunitas berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor rata-rata pre-test dan post-test serta analisis tematik terhadap wawancara dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor literasi digital dari 56,2 menjadi 82,4 (+26,2 poin), dengan dimensi keamanan siber mencatat peningkatan tertinggi (+27,7 poin). Peserta mengalami peningkatan kemampuan identifikasi disinformasi, kesadaran konteks budaya dalam konten visual, kemampuan mengkritisi bahasa dan wacana, serta komitmen etis dalam berinteraksi di ruang digital. Terbentuknya kelompok diskusi mandiri pasca-pelatihan menandakan adanya transformasi sosial berbasis komunitas. Model pelatihan ini direkomendasikan untuk diterapkan pada komunitas literasi serupa sebagai upaya penguatan ketahanan informasi di tingkat akar rumput.