Zuhrotul Munawaroh
SMP Negeri 2 Jelbuk

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Peserta Didik Halumma Bina Mahdiya; Mukni’ah Mukni’ah; Zuhrotul Munawaroh
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, July 2026
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v3i1.226

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan strategi pedagogis secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) pada materi Menghadirkan Salat dalam Kehidupan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 37 peserta didik kelas VII B SMP Negeri 2 Panji Tahun Pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan data kuantitatif dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar klasikal. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan apabila minimal 80% peserta didik mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPACK mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara bertahap. Pada asesmen awal, ketuntasan belajar klasikal mencapai 40,54% (15 dari 37 peserta didik). Setelah tindakan pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 64,86% (24 peserta didik), dan pada siklus II meningkat kembali menjadi 83,78% (31 peserta didik), sehingga melampaui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Selain itu, aktivitas peserta didik meningkat hingga mencapai kategori aktif, sementara aktivitas guru mengalami peningkatan dari kategori cukup menjadi aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan TPACK mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus hasil belajar peserta didik pada materi Menghadirkan Salat dalam Kehidupan. Low learning outcomes in Islamic Religious Education (IRE) indicate the need for instructional innovation that effectively integrates technology with appropriate pedagogical strategies. This study aimed to improve students' learning outcomes through the implementation of the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework in the topic Integrating Prayer into Daily Life. The study employed Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles: planning, action, observation, and reflection. The participants were 37 seventh-grade students of SMP Negeri 2 Panji during the 2024/2025 academic year. Data were collected through classroom observation, learning achievement tests, and documentation. Qualitative data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, while quantitative data were analyzed using descriptive statistics through mean scores and classical learning mastery percentages. The study was considered successful when at least 80% of students achieved the Minimum Learning Mastery Criteria (KKTP). The findings demonstrated that the implementation of TPACK progressively improved students' learning outcomes. Initial assessment results showed a classical learning mastery of 40.54% (15 of 37 students). Following the first cycle, mastery increased to 64.86% (24 students), and further improved to 83.78% (31 students) in the second cycle, exceeding the predetermined success criterion. In addition, students' classroom participation improved to the active category, while teacher performance increased from the fair to the active category. These findings indicate that the TPACK framework effectively enhances both the quality of classroom instruction and students' learning outcomes in Islamic Religious Education.
Penerapan Model Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Munakahat Alimuddin Alimuddin; Mukni’ah Mukni’ah; Zuhrotul Munawaroh
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, January 2026
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v2i2.126

Abstract

Pembelajaran pendidikan Agama Islam pada materi munakahat sering kali menghadapi kendala rendahnya keterlibatan belajar siswa, sehingga pemahaman konsep menjadi rendah, hal ini juga ditemukan pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Panji Situbondo berdasarkan penelitian awal. Salah satu strategi inovatif untuk meningkatkan partisipasi siswa adalah penggunaan model pembelajaran role playing yang memberikan pengalaman belajar melalui simulasi peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 33 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Panji Situbondo. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (pre-test dan post-test), observasi aktivitas siswa, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif, serta diuji validitas data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, dengan siswa yang menyelesaikan materi (kriteria ketuntasan sebesar 70) adalah 10 orang (30,3%) pada pra siklus, menjadi 12 siswa (36%) pada siklus I, dan akhirnya mencapai 27 siswa (81,8%) pada siklus II. Aktivitas dan partisipasi siswa juga meningkat berdasarkan data kualitatif, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam diskusi, keberanian bertanya, dan kolaborasi dalam kelompok. Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran role playing efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi munakahat. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan model pembelajaran ini secara lebih luas untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan bermakna. The teaching of Islamic Religious Education, particularly on the topic of munakahat (marriage in Islamic jurisprudence), often encounters challenges due to students’ low level of engagement, resulting in limited conceptual understanding. A preliminary study conducted with twelfth-grade students at SMA Negeri 1 Panji Situbondo revealed similar issues. To address this, an innovative strategy proposed was the application of a role-playing learning model, which provides experiential learning through simulated roles. This study employed a classroom action research approach implemented in two cycles involving 33 students of Grade XII. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through learning achievement tests (pre-test and post-test), student activity observations, and interviews. Data analysis utilized both quantitative and qualitative descriptive techniques, with data validity ensured through triangulation. The findings indicated a significant improvement in students’ learning outcomes: the number of students who met the minimum mastery criterion (score ≥ 70) increased from 10 students (30.3%) in the pre-cycle to 12 students (33.3%) in the first cycle, and eventually to 26 students (78.7%) in the second cycle. Qualitative data also demonstrated a substantial increase in student activity and participation, as evidenced by active engagement in discussions, willingness to ask questions, and collaboration within groups. It can thus be concluded that the role-playing learning model is effective in enhancing students’ learning outcomes in munakahat. The study recommends wider implementation of this model to foster more interactive and meaningful learning experiences.