Jongki Koraag
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, dan Insentif Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong Jongki Koraag; Pahmi Pahmi; Vebby Anwar; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan insentif terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh variasi kinerja pegawai yang diduga dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan, budaya organisasi, dan sistem insentif yang diterapkan dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong, kinerja pegawai lebih dipengaruhi oleh faktor sistem penghargaan dibandingkan dengan faktor kepemimpinan dan budaya organisasi secara individual. Hal ini mengindikasikan bahwa pegawai cenderung bekerja berdasarkan sistem dan prosedur kerja yang telah ditetapkan, sehingga peran kepemimpinan dan budaya organisasi belum memberikan pengaruh langsung terhadap peningkatan kinerja.