Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran IPA untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, serta mendukung pelestarian budaya lokal. Salah satu bentuk pengetahuan lokal yang berpotensi dijadikan sumber belajar adalah proses pembuatan minyak kemiri menggunakan metode maserasi dengan pelarut Virgin Coconut Oil (VCO) yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Desa Boru, Kabupaten Sikka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji muatan etnosains yang terkandung dalam proses pembuatan minyak kemiri, mengidentifikasi konsep-konsep IPA yang terintegrasi di dalamnya, serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar IPA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnosains. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi etnosains berhasil memetakan setiap tahapan pembuatan minyak kemiri menggunakan VCO ke dalam konsep-konsep IPA, yaitu penjemuran sebagai perubahan fisika, penumbukan sebagai perubahan ukuran partikel, proses maserasi sebagai ekstraksi melalui mekanisme difusi, penggunaan VCO sebagai pelarut berdasarkan prinsip kelarutan (like dissolves like), penyaringan sebagai proses filtrasi, serta karakteristik minyak kemiri sebagai contoh sifat fisika dan sifat kimia zat. Hasil rekonstruksi tersebut disusun menjadi peta keterkaitan antara pengetahuan lokal masyarakat Desa Boru dengan konsep-konsep IPA sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains.