Asam salisilat merupakan salah satu bahan aktif yang banyak digunakan dalam sediaan farmasi topikal karena memiliki aktivitas keratolitik dan antimikroba. Ketepatan kadar asam salisilat perlu dikendalikan untuk menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kuantitatif asam salisilat pada sediaan bedak menggunakan metode titrasi alkalimetri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang diawali dengan pembakuan larutan natrium hidroksida (NaOH) menggunakan kalium hidrogen ftalat (KHP) sebagai baku primer, kemudian dilanjutkan dengan penetapan kadar asam salisilat menggunakan indikator fenolftalein. Analisis dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan (triplo). Hasil pembakuan menunjukkan bahwa larutan NaOH memiliki normalitas sebesar 0,1036 N. Volume NaOH yang digunakan pada tiga kali titrasi berturut-turut adalah 21,0 mL, 20,9 mL, dan 21,0 mL dengan volume rata-rata 20,97 mL. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh kadar asam salisilat sebesar 2,00%, sesuai dengan kadar yang tercantum pada etiket produk. Berdasarkan hasil penelitian, metode titrasi alkalimetri menunjukkan kinerja analisis yang baik dalam penetapan kadar asam salisilat, yang ditunjukkan oleh normalitas titran yang memenuhi kebutuhan analisis, konsistensi hasil pengulangan, serta kesesuaian kadar asam salisilat yang diperoleh dengan kadar yang tercantum pada etiket produk.