Aktivitas pergudangan logistik merupakan komponen penting dalam sistem rantai pasok yang rentan terhadap human error. Kesalahan pada proses penerimaan, penyimpanan, pengambilan, dan pengiriman barang dapat menyebabkan ketidaksesuaian stok, keterlambatan pengiriman, serta penurunan tingkat layanan. Meskipun teknologi manajemen visual digital dan pendekatan poka-yoke telah banyak diteliti secara terpisah, kajian yang mengintegrasikan keduanya dalam konteks pergudangan logistik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis peran manajemen visual digital berbasis prinsip poka-yoke dalam memitigasi human error pada aktivitas pergudangan logistik. Penelitian menggunakan metode Narrative Literature Review dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan SINTA untuk publikasi tahun 2018–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 16 artikel dari 187 artikel teridentifikasi yang dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis menunjukkan bahwa teknologi yang paling banyak diterapkan meliputi Warehouse Management System (WMS) berbasis visual, RFID, digital kanban, pick-to-light, voice-directed picking, dan augmented reality. Berbagai studi melaporkan bahwa teknologi tersebut berkontribusi terhadap pengurangan human error, peningkatan akurasi inventaris, dan efisiensi operasional pergudangan, meskipun tingkat efektivitasnya dipengaruhi oleh karakteristik sistem dan konteks implementasi. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan implementasi manajemen visual digital berbasis poka-yoke. Temuan penelitian diharapkan menjadi rekomendasi bagi manajer logistik dan perancang sistem pergudangan dalam menerapkan manajemen visual digital yang terintegrasi dengan mekanisme deteksi dan pencegahan kesalahan berbasis poka-yoke.