Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Manajemen Visual Digital Berbasis Poka Yoke Dalam Mengurangi Human Error Pada Aktivitas Pergudangan Logistik Rantai Pasok: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Samuel Chandra Marciano Tambunan; Bambang Darmawan; Pebi Yuda Pratama
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1952

Abstract

Aktivitas pergudangan logistik merupakan komponen penting dalam sistem rantai pasok yang rentan terhadap human error. Kesalahan pada proses penerimaan, penyimpanan, pengambilan, dan pengiriman barang dapat menyebabkan ketidaksesuaian stok, keterlambatan pengiriman, serta penurunan tingkat layanan. Meskipun teknologi manajemen visual digital dan pendekatan poka-yoke telah banyak diteliti secara terpisah, kajian yang mengintegrasikan keduanya dalam konteks pergudangan logistik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis peran manajemen visual digital berbasis prinsip poka-yoke dalam memitigasi human error pada aktivitas pergudangan logistik. Penelitian menggunakan metode Narrative Literature Review dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan SINTA untuk publikasi tahun 2018–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 16 artikel dari 187 artikel teridentifikasi yang dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis menunjukkan bahwa teknologi yang paling banyak diterapkan meliputi Warehouse Management System (WMS) berbasis visual, RFID, digital kanban, pick-to-light, voice-directed picking, dan augmented reality. Berbagai studi melaporkan bahwa teknologi tersebut berkontribusi terhadap pengurangan human error, peningkatan akurasi inventaris, dan efisiensi operasional pergudangan, meskipun tingkat efektivitasnya dipengaruhi oleh karakteristik sistem dan konteks implementasi. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan implementasi manajemen visual digital berbasis poka-yoke. Temuan penelitian diharapkan menjadi rekomendasi bagi manajer logistik dan perancang sistem pergudangan dalam menerapkan manajemen visual digital yang terintegrasi dengan mekanisme deteksi dan pencegahan kesalahan berbasis poka-yoke.
Technological Advancements and Strategic Roles of Fourth-Party Logistics (4PL): A Systematic Literature Review Rizki Aditya Wardhana; Bambang Darmawan; Aulia Zikri Rahman
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v11i2.38822

Abstract

Fourth-Party Logistics (4PL) has emerged as a critical strategic model for managing complex supply chains in the digital era. This systematic literature review analyzed 38 peer-reviewed articles (2020-2025) from the Scopus database to examine technological advancements and strategic roles of 4PL in supply chain management. Three research questions guided the analysis: optimization technologies supporting 4PL operations, strategic mechanisms improving supply chain outcomes, and cost reduction strategies enabling 4PL adoption. Findings demonstrate that advanced optimization technologies including Conditional Value-at-Risk (CVaR), stochastic programming, and reinforcement learning effectively manage transportation uncertainty and enhance operational efficiency. Strategic mechanisms such as coordinated ICT infrastructure, sophisticated matching models, and innovative financing arrangements significantly improve service quality and customer satisfaction. Cost reduction and sustainability strategies, including flexible resource management, warehouse optimization, and blockchain implementation, enable organizations to achieve cost reductions up to 38% while maintaining environmental compliance. However, implementation barriers in regulatory compliance, human resource management, and digital infrastructure remain significant challenges. The research concludes that 4PL adoption requires integrated approaches balancing technological innovation with organizational capability development. Future research should prioritize context-specific implementation frameworks for emerging markets, particularly in developing economies such as Indonesia, to address unique supply chain challenges while supporting economic growth and operational resilience. Keywords: Customer Satisfaction, Fourth-Party Logistics, Outsourcing Strategy, Supply Chain Management