Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembiasaan Tilawah Al-Quran Pagi Hari sebagai Setrategi Penguatan Karakter Religius Akhlak Siswa MTS Antariksa Sukabumi Alvia Dalilatul Rahmah; Yolanda Rasyid; Egie Ramadhani Oktavia; Wiradia Wiradia; Muhamad Ibnu Malik
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1191

Abstract

Pembiasaan tilawah Al-Quran pagi hari menjadi strategi strategis dalam penguatan karakter religius dan akhlak siswa di madrasah, namun efektivitasnya masih bervariasi tergantung pada konsep, implementasi, dan faktor pendukung di masing-masing sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, menganalisis implementasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pembiasaan tilawah Al-Quran pagi hari sebagai strategi penguatan karakter religius dan akhlak siswa di MTs Antariksa Cidahu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif (narrative inquiry) dan jenis penelitian lapangan (field research), dengan subjek satu guru dan satu siswa yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model naratif restorying dan uji keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pembiasaan tilawah dirancang sebagai program terstruktur yang mengintegrasikan aspek ritual, edukatif, dan pembentukan karakter secara simultan. Implementasi program memberikan dampak positif signifikan berupa peningkatan ketenangan, kedisiplinan, ketertiban kelas, dan kebiasaan berinteraksi dengan Al-Quran di kalangan siswa. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, antusiasme siswa, dan fasilitas yang memadai, sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, cuaca, kurangnya semangat sebagian siswa, dan minimnya dukungan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan tilawah Al-Quran pagi hari terbukti efektif memperkuat karakter religius dan akhlak siswa, dengan modifikasi teori berupa "Model Pembiasaan Terintegrasi" yang mengombinasikan tilawah, bimbingan tajwid, dan penguatan pesan moral sebagai satu kesatuan strategi.
Implementasi Pembiasaan Ratib Al-Athos dalam Penguatan Akhlakul Karimah Siswa di MDTU Darul Rizki Sukabumi Sinta Pricellia Nuraeni; Selma Siti Sri Rahayu; Zalfa Defanisya; Muhamad Ibnu Malik
Al-Amin: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Amin: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/alamin.v4i1.853

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Ratib al-Athos habituation in strengthening students’ akhlakul karimah at MDTU Darul Rizki Ciambar Sukabumi. The main issue addressed is the declining moral behavior among students and the need for effective Islamic character-building strategies through spiritual habituation. This research employs a qualitative field research method with a narrative approach. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews with the headmaster, teachers, and students, as well as documentation. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Ratib al-Athos is conducted routinely every Friday as part of the madrasah’s religious culture. The practice contributes significantly to students’ moral development, reflected in increased religiosity, discipline, calmness, obedience to teachers, and habitual remembrance of God. Supporting factors include strong institutional commitment, teacher involvement, and a conducive religious environment, while the main obstacle is the limited ability of lower-grade students to fully participate. In conclusion, the habituation of Ratib al-Athos is effective in strengthening Islamic character through continuous practice and role modeling within the madrasah environment