Pembiasaan tilawah Al-Quran pagi hari menjadi strategi strategis dalam penguatan karakter religius dan akhlak siswa di madrasah, namun efektivitasnya masih bervariasi tergantung pada konsep, implementasi, dan faktor pendukung di masing-masing sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, menganalisis implementasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pembiasaan tilawah Al-Quran pagi hari sebagai strategi penguatan karakter religius dan akhlak siswa di MTs Antariksa Cidahu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif (narrative inquiry) dan jenis penelitian lapangan (field research), dengan subjek satu guru dan satu siswa yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model naratif restorying dan uji keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pembiasaan tilawah dirancang sebagai program terstruktur yang mengintegrasikan aspek ritual, edukatif, dan pembentukan karakter secara simultan. Implementasi program memberikan dampak positif signifikan berupa peningkatan ketenangan, kedisiplinan, ketertiban kelas, dan kebiasaan berinteraksi dengan Al-Quran di kalangan siswa. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, antusiasme siswa, dan fasilitas yang memadai, sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, cuaca, kurangnya semangat sebagian siswa, dan minimnya dukungan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan tilawah Al-Quran pagi hari terbukti efektif memperkuat karakter religius dan akhlak siswa, dengan modifikasi teori berupa "Model Pembiasaan Terintegrasi" yang mengombinasikan tilawah, bimbingan tajwid, dan penguatan pesan moral sebagai satu kesatuan strategi.
Copyrights © 2026