Agus Aerwanto
Universitas Esa Unggul

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Kerangka Kerja Kesadaran Siber UMKM untuk Meningkatkan Literasi Keamanan Digital dan Pencegahan Rekayasa Sosial Diana Novita; Hanifah Hanifah; Roy Budiharjo; Yuliati Yuliati; Agus Aerwanto; Asrarul Rahman
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1481

Abstract

Transformasi digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi berbagai teknologi digital dalam aktivitas bisnis, seperti pemanfaatan media sosial, marketplace, dan sistem pembayaran elektronik. Digitalisasi tersebut memberikan peluang peningkatan daya saing dan efisiensi operasional, namun belum diimbangi dengan tingkat literasi keamanan digital yang memadai. Rendahnya pemahaman terhadap risiko keamanan informasi menjadikan UMKM sebagai kelompok yang sangat rentan terhadap serangan siber, khususnya social engineering yang memanfaatkan manipulasi psikologis pengguna untuk memperoleh informasi sensitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan sekaligus mengevaluasi UMKM Cyber Awareness Framework sebagai model peningkatan literasi keamanan digital berbasis edukasi partisipatif dan praktik langsung. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan pendekatan kuantitatif melalui desain pre-test dan post-test terhadap 38 pelaku UMKM digital. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan keamanan digital, simulasi kasus social engineering, implementasi praktik keamanan akun, serta evaluasi hasil pelatihan. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas instrumen, pengujian reliabilitas Cronbach Alpha, serta paired sample t-test untuk mengukur efektivitas program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan literasi keamanan digital peserta, dengan skor rata-rata meningkat dari 53,2 sebelum pelatihan menjadi 87,4 setelah kegiatan (p < 0,001). Nilai reliabilitas sebesar α = 0,89 menunjukkan konsistensi instrumen yang sangat baik. Program pengabdian ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran keamanan digital, kemampuan identifikasi phishing, serta praktik perlindungan data pelanggan. Framework yang dihasilkan memberikan kontribusi praktis sebagai model edukasi keamanan digital yang adaptif dan berpotensi direplikasi secara luas pada komunitas UMKM di tingkat nasional.