Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Literasi Keuangan: Bijak Kelola Uang Saku untuk Pemuda di MTs Salafiyah Al Falah Bandung Roy Budiharjo; Didin Kristinawati; Salsabila Aisyah Alfaiza
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8528

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang dilaksanakan oleh Fakuktas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University di MTS Salafiyah Al Falah, Bandung, telah berhasil memberikan pelatihan dan penyuluhan terkait pengelolaan uang saku secara bijak kepada siswa. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya efisiensi dalam penggunaan uang, menabung, dan menghindari perilaku konsumtif. Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan pemahaman mengenai dana darurat dan cara sederhana untuk merencanakan keuangan mereka. Pelatihan juga dilengkapi dengan pendekatan praktis melalui role play agar siswa dapat langsung mempraktikkan ilmu yang telah diberikan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa, yang menunjukkan hasil positif berupa kemampuan siswa yang lebih baik dalam mengelola keuangan pribadi. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa modul pelatihan, video dokumentasi, dan publikasi ilmiah yang sedang disiapkan untuk diseminasi lebih luas. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi siswa dalam membentuk kebiasaan finansial yang baik tetapi juga meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi keuangan yang praktis dan relevan.
Model Kerangka Kerja Kesadaran Siber UMKM untuk Meningkatkan Literasi Keamanan Digital dan Pencegahan Rekayasa Sosial Diana Novita; Hanifah Hanifah; Roy Budiharjo; Yuliati Yuliati; Agus Aerwanto; Asrarul Rahman
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1481

Abstract

Transformasi digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi berbagai teknologi digital dalam aktivitas bisnis, seperti pemanfaatan media sosial, marketplace, dan sistem pembayaran elektronik. Digitalisasi tersebut memberikan peluang peningkatan daya saing dan efisiensi operasional, namun belum diimbangi dengan tingkat literasi keamanan digital yang memadai. Rendahnya pemahaman terhadap risiko keamanan informasi menjadikan UMKM sebagai kelompok yang sangat rentan terhadap serangan siber, khususnya social engineering yang memanfaatkan manipulasi psikologis pengguna untuk memperoleh informasi sensitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan sekaligus mengevaluasi UMKM Cyber Awareness Framework sebagai model peningkatan literasi keamanan digital berbasis edukasi partisipatif dan praktik langsung. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan pendekatan kuantitatif melalui desain pre-test dan post-test terhadap 38 pelaku UMKM digital. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan keamanan digital, simulasi kasus social engineering, implementasi praktik keamanan akun, serta evaluasi hasil pelatihan. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas instrumen, pengujian reliabilitas Cronbach Alpha, serta paired sample t-test untuk mengukur efektivitas program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan literasi keamanan digital peserta, dengan skor rata-rata meningkat dari 53,2 sebelum pelatihan menjadi 87,4 setelah kegiatan (p < 0,001). Nilai reliabilitas sebesar α = 0,89 menunjukkan konsistensi instrumen yang sangat baik. Program pengabdian ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran keamanan digital, kemampuan identifikasi phishing, serta praktik perlindungan data pelanggan. Framework yang dihasilkan memberikan kontribusi praktis sebagai model edukasi keamanan digital yang adaptif dan berpotensi direplikasi secara luas pada komunitas UMKM di tingkat nasional.
CSR, Corporate Governance, Firm Size and Earnings Management: Empirical Evidence from Indonesian Infrastructure Firms on the IDX Sultan Achmad Daffa; Roy Budiharjo
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 3 (2026): Vol. 8 No. 2 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countrie
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i3.11347

Abstract

Corporate social responsibility (CSR), institutional ownership (IOW), audit committees, and company size (F size) are the variables that this study intends to examine in relation to earnings management. Companies listed on the IDX in the infrastructure industry from 2021–2025 are the main emphasis. We selected 20 out of 70 listed infrastructure businesses using a purposive sample technique and a quantitative research strategy based on secondary panel data for this study. Panel data regression analysis was used for hypothesis testing, and discretionary accruals were created from the Modified Jones Model to quantify earnings management. Chow, Hausman, and Lagrange Multiplier tests determined that the REM was the best fit. An Adjusted R-squared score of 19.20% shows that earnings management is significantly affected by all four independent factors. Earnings management and CSR disclosure show a negative correlation, although audit committee, firm size, and institutional ownership by themselves do not. Although firm size, audit committee meeting frequency, and concentration of institutional ownership are not sufficient factors to prevent managerial opportunism in the infrastructure industry, these results suggest that CSR disclosure is a useful tool for keeping earnings management practices in check. Investors, regulators, and corporate governance frameworks in Indonesia's infrastructure industry can benefit from this research, which also advances agency theory.