Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Awal Potensi Energi Termal Manifestasi Air Panas Klayili Berdasarkan Karakteristik Geokimia Fluida dan Pendekatan Multi-Geotermometer Musa Tandiarrang; Atus Buku; Corvis Rantererung
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2061

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi energi termal manifestasi Air Panas Klayili, Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, berdasarkan karakteristik geokimia fluida dan pendekatan multi-geotermometer. Pengukuran lapangan menunjukkan temperatur fluida 49,0–51,0°C, debit 22,857 L/s, dan laju aliran massa 22,573 kg/s pada titik utama. Fluida bersifat netral hingga sedikit basa dengan pH 7,6–7,7 dan menunjukkan karakter bikarbonat dominan. Estimasi temperatur reservoir menggunakan geotermometer silika menghasilkan nilai 77,30–79,68°C, sedangkan geotermometer kation menghasilkan estimasi yang lebih tinggi. Skenario Na-K-Ca sebesar 144,77°C digunakan sebagai salah satu skenario representatif karena mempertimbangkan karakter kation fluida yang didominasi oleh Ca²⁺. Potensi energi termal aktual berdasarkan kondisi outlet diperkirakan sebesar 1,981 MWth, sedangkan potensi berbasis skenario temperatur reservoir mencapai 10,921 MWth. Hasil ini menunjukkan bahwa Air Panas Klayili berpotensi secara teoritis sebagai sumber energi panas bumi temperatur rendah hingga menengah pada skenario reservoir tertentu. Namun, estimasi tersebut masih bersifat awal karena belum didukung oleh data sumur, uji produksi, maupun survei geofisika bawah permukaan. Oleh karena itu, penelitian ini menyediakan informasi ilmiah awal mengenai karakteristik geokimia dan potensi energi termal sistem panas bumi non-vulkanik di Papua Barat Daya, serta menjadi dasar bagi kajian lanjutan terkait karakterisasi reservoir dan skenario pemanfaatan energi panas bumi temperatur rendah.