Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS UJI KEAUSAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA CARBON RENDAH MELALUI PROSES NITRIDING Atus Buku
Journal Techno Entrepreneur Acta Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/tea.v5i2.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis baja karbon rendah dengan proses nitriding. Proses perlakuan panas dilakukan pada temperatur 925-950 oC, dengan penahanan waktu selama 10 menit, lalu didingan melalui udara selama 24 jam, dengan melakukan uji kekerasan untuk menganalisa keausan menghitung nilai ketahan aus, dan mikro menganalisa perubahan struktur mikro. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil Volume keausan yang terjadi pada baja karbon rendah pada spesimen normal adalah 89,4 mm3, pada spesimen dengan proses nitriding 925 oC adalah 53.3 mm3 dan pada spesimen dengan proses nitriding 950 oC adalah 34.6 mm3. Laju keausan yang terjadi pada baja karbon rendah pada spesimen normal adalah 0.62 mm3, pada spesimen dengan proses nitriding 925 oC adalah 0.37 mm3 dan pada spesimen dengan proses nitriding 950 oC adalah 0.24 mm3. Struktur mikro material baja karbon rendah mengalami perubahan, dimana semakin tinggi temperatur proses nitriding yang diberikan unsur ferrite dan pearlite mengalami penurunan tetapi unsur austenitnya mengalami peningkatan dalam dimensi dan penyebarannya.
Studi Eksperimental Turbin Archimedes Screw Tiga Pitch Dengan Variasi Sudut Elevasi (Elevation Angle Variations) pada Pico-Hidro Irman Irman; Yoel Pasae; Corvis L. Rantererung; Atus Buku
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4651

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi sudut elevasi poros (23°, 39°, dan 55°) dan debit aliran (0,00470446; 0,00705669; 0,00940892; 0,01176115; dan 0,01411338 m³/s) terhadap kinerja turbin Archimedes screw jenis multi pitch konfigurasi tiga pitch pada sistem pico-hidro. Pengujian dilakukan secara eksperimental melalui pengukuran putaran poros, daya keluaran, dan efisiensi sistem. Hasil menunjukkan bahwa daya meningkat secara konsisten seiring kenaikan debit pada seluruh variasi sudut. Daya maksimum tertinggi sebesar 56 W dicapai pada sudut 55° dengan debit 0,01411338 m³/s, sedangkan pada sudut 23° daya maksimum sebesar 34 W. Pada sudut 39°, daya meningkat proporsional terhadap debit dengan pergeseran titik optimum ke RPM yang lebih tinggi. Efisiensi maksimum tertinggi sebesar 70% diperoleh pada sudut 39° dan debit 0,00470446 m³/s. Pada sudut 55°, efisiensi maksimum mencapai 62% pada debit rendah dan menurun hingga sekitar 47% pada debit tertinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa sudut optimum untuk daya maksimum (55°) berbeda dengan sudut optimum untuk efisiensi maksimum (39°). Konfigurasi tiga pitch memungkinkan daya tinggi pada sudut curam, namun efisiensi terbaik dicapai pada sudut menengah dan debit rendah.
Analisis Kinerja Kincir Air Overshot dengan Penambahan Lubang pada Sudu Adam Susanto; Atus Buku; Yusuf Siahaya
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.396

Abstract

This study aims to analyze the performance of an overshot water wheel with holes added to the blades, focusing on mechanical power, torque, and efficiency. The experiment was conducted using a laboratory-scale water wheel prototype with a fixed number of eight blades. The experimental variations included the number of holes in each blade (12, 16, and 20) and hole diameters (0.07 m, 0.09 m, and 0.11m), with a blade without holes used as a reference condition. The tests were carried out under relatively constant water flow conditions, with shaft rotational speed measured using a tachometer and torque obtained via a braking method. The results indicate that adding holes to the blades significantly improves the performance of the overshot water wheel. The optimal configuration was achieved with 20 holes and a hole diameter of 0.11 m, producing a maximum power of approximately 21 W, the highest torque, and a maximum efficiency of 7.9%. This study demonstrates that optimizing blade design by adding holes is an effective approach to enhancing the performance of overshot water wheels in small-scale microhydropower applications.  
Analisis Aliran Udara Dan Tekanan Pada Silinder Double Acting Scissor Lift Pneumatik Menggunakan Metode FEA dan CFD Ahmad Rizal Nurul K; Atus Buku; Corvis L Ranterung
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1600

Abstract

Perusahaan di dunia industri dan perbengkelan sangat membutuhkan scissor lift Pneumatik untuk mengangkat manusia dan barang pada ketinggian tertentu.untuk menggerakkan Scissor lift Pneumatik dibutuhkan Cylinder double acting yang merupakan salah satu jenis akuator dengan memiliki dua port yang berfungsi mengubah energi udara bertekanan menjadi Gerakan gaya dorong dan tarik mekanis linier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran udara dan pada struktur silinder double acting. Metode yang digunakan dengan menganalisis kecepatan dan tekanan aliran udara menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) untuk mengetahui prilaku aliran udara pada pneumatik dari selang ke reservoir/tangki dengan visualisasi menggunakan countour/pathlines sedangkan untuk statik structur menggunakan simulasi Finite Element Analysis (FEA). Hasil aliran udara dari selang menuju reservoir yang membuat pola aliran berputar dan mengikuti geometri sehingga kecepatan aliran mencapai 0,779 m/s , tekanan Statik ≈ 0,8 MPa dan tekanan dinamik ≈3,46 Pa dengan menggunakan simulasi CFD. piston silinder pneumatik double acting mampu mengangkat beban tekanan kerja gaya aksial mencapai 800 N pada saat boundary condition di base cylinder/mounting end. Pada statik struktur di ujung selang silinder double acting mencapai deformasi maksimum 8,62 mm yang relatif kaku dan stabil lalu tegangan maksimum 25,03 MPa, regangan maksimum 0,00124 mm/mm dengan menggunakan simulasi FEA.
Kajian Awal Potensi Energi Termal Manifestasi Air Panas Klayili Berdasarkan Karakteristik Geokimia Fluida dan Pendekatan Multi-Geotermometer Musa Tandiarrang; Atus Buku; Corvis Rantererung
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2061

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi energi termal manifestasi Air Panas Klayili, Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, berdasarkan karakteristik geokimia fluida dan pendekatan multi-geotermometer. Pengukuran lapangan menunjukkan temperatur fluida 49,0–51,0°C, debit 22,857 L/s, dan laju aliran massa 22,573 kg/s pada titik utama. Fluida bersifat netral hingga sedikit basa dengan pH 7,6–7,7 dan menunjukkan karakter bikarbonat dominan. Estimasi temperatur reservoir menggunakan geotermometer silika menghasilkan nilai 77,30–79,68°C, sedangkan geotermometer kation menghasilkan estimasi yang lebih tinggi. Skenario Na-K-Ca sebesar 144,77°C digunakan sebagai salah satu skenario representatif karena mempertimbangkan karakter kation fluida yang didominasi oleh Ca²⁺. Potensi energi termal aktual berdasarkan kondisi outlet diperkirakan sebesar 1,981 MWth, sedangkan potensi berbasis skenario temperatur reservoir mencapai 10,921 MWth. Hasil ini menunjukkan bahwa Air Panas Klayili berpotensi secara teoritis sebagai sumber energi panas bumi temperatur rendah hingga menengah pada skenario reservoir tertentu. Namun, estimasi tersebut masih bersifat awal karena belum didukung oleh data sumur, uji produksi, maupun survei geofisika bawah permukaan. Oleh karena itu, penelitian ini menyediakan informasi ilmiah awal mengenai karakteristik geokimia dan potensi energi termal sistem panas bumi non-vulkanik di Papua Barat Daya, serta menjadi dasar bagi kajian lanjutan terkait karakterisasi reservoir dan skenario pemanfaatan energi panas bumi temperatur rendah.
Studi Eksperimental Turbin Archimedes Screw Tiga Pitch Dengan Variasi Sudut Elevasi (Elevation Angle Variations) pada Pico-Hidro Irman Irman; Yoel Pasae; Corvis L. Rantererung; Atus Buku
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4651

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi sudut elevasi poros (23°, 39°, dan 55°) dan debit aliran (0,00470446; 0,00705669; 0,00940892; 0,01176115; dan 0,01411338 m³/s) terhadap kinerja turbin Archimedes screw jenis multi pitch konfigurasi tiga pitch pada sistem pico-hidro. Pengujian dilakukan secara eksperimental melalui pengukuran putaran poros, daya keluaran, dan efisiensi sistem. Hasil menunjukkan bahwa daya meningkat secara konsisten seiring kenaikan debit pada seluruh variasi sudut. Daya maksimum tertinggi sebesar 56 W dicapai pada sudut 55° dengan debit 0,01411338 m³/s, sedangkan pada sudut 23° daya maksimum sebesar 34 W. Pada sudut 39°, daya meningkat proporsional terhadap debit dengan pergeseran titik optimum ke RPM yang lebih tinggi. Efisiensi maksimum tertinggi sebesar 70% diperoleh pada sudut 39° dan debit 0,00470446 m³/s. Pada sudut 55°, efisiensi maksimum mencapai 62% pada debit rendah dan menurun hingga sekitar 47% pada debit tertinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa sudut optimum untuk daya maksimum (55°) berbeda dengan sudut optimum untuk efisiensi maksimum (39°). Konfigurasi tiga pitch memungkinkan daya tinggi pada sudut curam, namun efisiensi terbaik dicapai pada sudut menengah dan debit rendah.