Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Budaya Sintuvu Masyarakat Kaili Di Sulawesi Tengah Andriansyah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.3153

Abstract

Budaya Sintuvu merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persatuan. Di tengah meningkatnya konflik sosial dan menguatnya individualisme akibat perubahan sosial, nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting untuk dipahami dan dilestarikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis historisitas serta nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Sintuvu sebagai identitas budaya masyarakat Kaili. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif historis melalui kajian literatur, tradisi lisan, dan kehidupan masyarakat Kaili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sintuvu telah berkembang sejak masa kerajaan Kaili sebagai budaya gotong royong yang menekankan persatuan, solidaritas, musyawarah, tanggung jawab, dan keterbukaan. Nilai-nilai tersebut diperkuat oleh berbagai kearifan lokal Kaili, seperti nosarara nosabatutu, ada nosibolai, libu ntodea, dan tonda talusi, yang bersama-sama membentuk sistem nilai dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sintuvu tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Kaili, tetapi juga tetap relevan sebagai modal sosial dalam memperkuat integrasi sosial dan menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan masyarakat di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.
Akulturasi & Hegemoni Orang Bugis di Tanah Kaili Pada Abad Ke Xix Andriansyah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2188

Abstract

Sejak dahulu suku Bugis dikenal sebagai salah satu suku yang gemar merantau. Hal itu didasari oleh kepercayaan orang Bugis yang menyatakan bahwa nasib seseorang akan baik apabila telah meninggalkan kampung halamannya. Pandangan inilah yang mempengaruhi orang Bugis dalam melakukan perantauannya (Pasompe). Masyarakat Bugis memiliki dinamika masing-masing di daerah perantauannya, termasuk di tanah Kaili, Lembah Palu. Olehnya itu, penelitian ini mengkaji fenomena migrasi Bugis dan perkembangannya di tengah-tengah masyarakat Kaili di wilayah ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang Bugis di tanah Kaili pada akhir abad ke-20 mengalami perkembangan mobilitas sosial yang cukup tinggi sehingga mereka cenderung memiliki hegemoni ketimbang penduduk asli.