Kandidiasis kutan merupakan infeksi kulit akibat jamur genus Candida yang dapat muncul sebagai patogen oportunistik pada pasien rawat inap. Kondisi rawat inap, penyakit sistemik, kelembapan, keterbatasan mobilisasi, dan penggunaan terapi tertentu dapat mendukung pertumbuhan jamur serta memperberat keluhan kulit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi profil pasien kandidiasis kutan pada Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2021-2023. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan data sekunder rekam medis. Variabel yang dikaji mencakup karakteristik dasar pasien, keluhan utama, lokasi dan gambaran klinis lesi, pemeriksaan KOH 10%, diagnosis, terapi, serta evaluasi klinis dan laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 18 pasien. Kasus terbanyak terjadi pada tahun 2022 sebanyak 13 pasien (72%). Kelompok usia terbanyak adalah balita 0-5 tahun sebanyak 5 pasien (28%), sedangkan laki-laki dan perempuan memiliki proporsi sama. Durasi rawat inap paling banyak lebih dari 10 hari (78%) dan lokasi rawat inap terbanyak adalah IRNA Bedah (39%). Keluhan utama tersering adalah bercak merah disertai gatal (22%), lokasi lesi paling sering pada punggung (14%), dan gambaran klinis terbanyak berupa makula eritematosa (17%). Pemeriksaan KOH 10% dilakukan pada 67% pasien, dengan temuan dominan pseudohifa dan blastospora. Diagnosis terbanyak adalah kandidiasis kutan dan kandidiasis intertriginosa, sedangkan terapi paling sering adalah ketokonazol sistemik dan krim ketokonazol topikal. Hasil ini menegaskan pentingnya pencatatan rekam medis, evaluasi faktor risiko rawat inap, serta tindak lanjut pemeriksaan pada pasien kandidiasis kutan.