Vicko Briliant Novyanta Putra
Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Risiko Keterlambatan dan Rencana Mitigasi Menggunakan Metode Severity Index dan Risk Matrix pada Pembangunan Gedung PDAM Klaten Vicko Briliant Novyanta Putra; Setiono; Ary Setyawan
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko keterlambatan pada Proyek Pembangunan Gedung PDAM Kabupaten Klaten, menentukan faktor risiko dominan, serta merumuskan rencana mitigasi yang sesuai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Severity Index (SI) untuk menghitung tingkat keparahan risiko berdasarkan probabilitas dan dampak, serta Risk Matrix Analysis untuk mengklasifikasikan tingkat risiko ke dalam kategori Low, Medium, High, dan Extreme. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung kepada responden yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 variabel risiko yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek. Risiko dengan tingkat tertinggi adalah kondisi cuaca ekstrem dan koordinasi antar stakeholder yang kurang efektif, keduanya termasuk dalam kategori High. Selain itu, terdapat beberapa risiko kategori Medium, yaitu keterlambatan pengiriman material, rendahnya produktivitas tenaga kerja, dan keterlambatan persetujuan gambar kerja. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan meliputi penyusunan jadwal kerja yang adaptif terhadap kondisi cuaca, peningkatan koordinasi antar stakeholder, perencanaan pengadaan material yang lebih baik, peningkatan pengawasan tenaga kerja, serta percepatan proses persetujuan gambar kerja. Dengan penerapan mitigasi tersebut, risiko keterlambatan pada Proyek Pembangunan Gedung PDAM Kabupaten Klaten diharapkan dapat diminimalkan.