Firnanda Faviyan Fedora Illahi
Universitas Hang Tuah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kegagalan Operasional Diesel Generator No. 2 sebagai Penyebab Blackout di MV Lumoso Bahagia Firnanda Faviyan Fedora Illahi; Maxima Ari Saktiono; Daryanto
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1488

Abstract

Kegagalan sistem kelistrikan kapal dapat mengganggu keselamatan pelayaran karena peralatan kemudi, navigasi, komunikasi, penerangan, dan mesin bantu bergantung pada kontinuitas suplai daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab kegagalan operasional Diesel Generator No. 2 sebagai pemicu blackout di MV Lumoso Bahagia serta menyusun rekomendasi pencegahan berdasarkan kondisi aktual kapal. Penelitian menggunakan metode campuran dengan pendekatan sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh dari logbook, parameter temperatur, tekanan pompa, dan putaran RPM, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, dokumentasi komponen, wawancara kru mesin, dan telaah Planned Maintenance System. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blackout tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, tetapi oleh akumulasi gangguan pada sistem pendingin dan bahan bakar. Sistem pendingin mengalami penurunan kinerja akibat shaft fresh water pump aus, filter sea chest kotor, dan fresh water cooler tersumbat, sehingga temperatur FW cooler out meningkat hingga 89°C sebelum mesin berhenti. Pada sistem bahan bakar, filter yang kotor menghambat suplai solar dan menyebabkan putaran turun dari 1523 rpm menjadi 1345 rpm. Pelaksanaan PMS yang belum disiplin memperbesar keterlambatan deteksi kerusakan. Pencegahan blackout perlu dilakukan melalui pembersihan cooler dan sea chest filter, penggantian filter bahan bakar, pemantauan tren temperatur dan RPM, serta penguatan inspeksi PMS berbasis komponen kritis.